Genjot Potensi Pertanian di Mahalona, Pemkab Luwu Timur Keluhkan Buruknya Infrastruktur Pendukung

/Dok. Humas Kementrans

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendesak percepatan perbaikan infrastruktur di kawasan transmigrasi Mahalona, Kecamatan Towuti, guna mengoptimalkan potensi lahan pertanian seluas 20.000 hektare.

Saat ini, keterbatasan jalan dan jembatan dinilai menjadi penghambat utama kesejahteraan transmigran serta penduduk lokal di wilayah tersebut.

Bupati Luwu Timur, Irawan Bachri Syam, menyampaikan keluhan tersebut langsung kepada Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, dalam audiensi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Irawan menyebut Mahalona memiliki potensi besar pada komoditas tanaman pangan, lada, hingga buah naga.

“Potensinya bisa mencapai 20.000 Ha. Infrastruktur yang ada sudah tidak memadai. Luwu Timur selalu menerima transmigran dan kami tetap membutuhkan transmigran guna membangun daerah,” ujar Irawan.

Kendala Cetak Sawah dan Irigasi

Baca Juga: Ekspor Sawit RI 2025 Diprediksi Tembus USD 28,5 Miliar, Kementan Genjot Hilirisasi

Sebagai kabupaten terluas kedua di Sulawesi Selatan, Luwu Timur mendapat mandat untuk melakukan cetak sawah seluas 1.000 hektare.

Namun, program ini terancam kurang maksimal jika sistem pengairan masih mengandalkan tadah hujan.

Menanggapi hal tersebut, Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa kawasan Mahalona telah masuk dalam 154 kawasan prioritas nasional. Ia menjanjikan koordinasi lintas kementerian untuk membangun bendungan dan saluran irigasi.

“Terkait infrastruktur pendukung yang besar, Kementrans akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kawasan transmigrasi harus produktif dan menjadi sentra tanaman pangan,” kata Viva Yoga.

Untuk mendukung operasional di wilayah tersebut, Pemkab Luwu Timur telah menerima bantuan sebesar Rp11,3 miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2025, sementara alokasi untuk TA 2026 masih dalam tahap pembahasan.

Exit mobile version