Bos Lippo dan Pakuwon Klarifikasi Soal Pagar Mal, Tegaskan Keamanan Indonesia Tetap Kondusif

Pagar Baja 3 Meter Bermunculan di Jakarta-Bekasi, Netizen: Kalo Mau Rusuh Dirumah Pejabat Korp Saja Gak Sih!/(Instagram)

Maruarar juga mengapresiasi keterbukaan James Riady dan Alexander Tedja dalam memberikan penjelasan kepada publik.

Menurutnya, kondisi keamanan nasional tetap kondusif dan aktivitas ekonomi berlangsung normal sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.

James Riady menilai optimisme dunia usaha terlihat dari tingginya permintaan ruang usaha di pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan, menurutnya, kebutuhan tenant saat ini melampaui ketersediaan ruang di banyak mal.

“Sekarang justru kekurangan ruang. Permintaan untuk membuka toko lebih besar daripada pasokan ruang di pusat perbelanjaan modern. Ini masa emas bagi bisnis mal,” katanya.

Ia menambahkan Lippo Group terus melakukan ekspansi dengan mengelola 106 pusat perbelanjaan yang terdiri dari 71 mal dan 35 shopping center di lebih dari 29 kota di Indonesia.

Menurut James, ekspansi tersebut menjadi bukti kuat bahwa pelaku usaha masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap prospek ekonomi nasional.

Di sisi lain, Alexander Tedja juga menilai isu pagar mal telah berkembang luas di media sosial. Namun ia menegaskan kondisi keamanan Indonesia tetap aman sehingga pemasangan pagar tidak diperlukan.

Baik Lippo Group maupun Pakuwon Group sepakat bahwa kebijakan tersebut hanya bersifat lokal dan tidak mencerminkan kondisi industri pusat perbelanjaan maupun situasi keamanan nasional secara keseluruhan.[dit]

Exit mobile version