Daerah  

Kementan Bergerak Cepat Amankan Air Irigasi DI Bena NTT Menjelang Musim Tanam II

Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan kelancaran distribusi air bagi petani menjelang Musim Tanam II (MT2)./Dok. Kementan

“Kalau kami sebagai petani dan juga pengurus P3A, kekeringan yang disebut di wilayah DI 1 Bena ini tidak ada. MT1 ini semua panen, dan malah di wilayah kami masih ada penggunaan air yang berlebih. Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang sigap membantu normalisasi saluran ini. Kami siap untuk masuk MT2 di bulan Agustus ini,” katanya.

Menanggapi masalah sedimentasi saluran air sepanjang 250 meter, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II bersama Pemda langsung menerjunkan alat berat dan armada pompa sejak 1 Agustus 2026.

PLH Kepala BWS Nusa Tenggara II, Franky, memastikan pengerjaan pengerukan dilakukan secara maksimal agar pasokan air kembali lancar.

“Informasi yang beredar kami jadikan masukan untuk mengecek kembali kondisi jaringan irigasi. Kurang dari 24 jam setelah menerima informasi, seluruh peralatan sudah berada di lapangan. Sekitar 250 meter saluran mengalami sedimentasi cukup parah. Target awal empat hari, namun kami optimalkan agar selesai dalam dua hingga tiga hari. Kami pantang pulang sebelum pekerjaan ini tuntas,” jelas Franky.

Melalui sinergi antara Kementan, BWS, pemda, penyuluh, dan kelompok tani, distribusi air di DI Bena dipastikan kembali normal sehingga MT2 dapat dimulai sesuai target.

Baca Juga: Amran Siap Sapu Bersih Kementan! Hingga 20 Pejabat Eselon I Terancam Dicopot

Exit mobile version