Antusiasme peserta terbilang tinggi. Panitia mencatat sekitar 300 ulama dari seluruh provinsi di Kalimantan telah menyatakan kesiapannya hadir dalam Rakorda tahun ini. Rangkaian acara mencakup pembahasan tujuh materi strategis, mulai dari optimalisasi peran MUI dalam menjawab tantangan sosial keagamaan, pengembangan ekonomi syariah dan ekosistem halal, hingga perlindungan masyarakat dari bahaya narkoba serta kelestarian lingkungan.
Salah satu rekomendasi strategis yang disepakati dalam Rakorda ini adalah rencana penulisan buku dengan tema besar “Islam Borneo.” Buku ini akan menceritakan secara komprehensif perjalanan dan perkembangan Islam di seluruh wilayah Borneo, mencakup Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Sarawak, Sabah, dan Brunei Darussalam. Inisiatif ini bertujuan untuk mendokumentasikan sejarah, budaya, dan kontribusi umat Islam di kawasan Borneo sebagai warisan peradaban yang berharga.
Sidang komisi dan pleno yang digelar pada malam hari akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis lainnya bagi umat Islam di Kalimantan, mencakup rekomendasi internal MUI, rekomendasi eksternal di bidang ekonomi, ekologi, dan sosial keagamaan, fatwa isu-isu aktual, hingga isu proses sertifikasi halal.
Setelah Rakorda, panitia juga menyediakan program kunjungan muhibah dan silaturahmi ke Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 24–26 Agustus 2026 bagi peserta yang berminat. Dengan seluruh persiapan yang telah dimatangkan, MUI Kalbar optimistis Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan tahun 2026 akan berlangsung sukses dan memberikan manfaat besar bagi umat serta pembangunan di kawasan Kalimantan. *
