FAKTANASIONAL.NET – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat menyatakan seluruh persiapan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) MUI Wilayah V se-Kalimantan telah matang dan siap digelar. Kegiatan pada 21–23 Agustus 2026 di Grand Mahkota Hotel Pontianak ini akan menjadi forum strategis bagi para ulama se-Kalimantan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua MUI Kalbar, KH. Basri Har, menegaskan komitmen Kalbar sebagai tuan rumah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta yang datang dari lima provinsi di Kalimantan. “Menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan tempat dan konsumsi. Menjadi tuan rumah berarti menunjukkan keramahan, profesionalisme, dan kemampuan mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama,” ujarnya dalam rapat persiapan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Senin, 8 Juni 2026.
Berbagai langkah persiapan telah dilakukan panitia, termasuk koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Agama Kalimantan Barat untuk memastikan kelancaran akomodasi dan transportasi peserta.
Rakorda tahun 2026 ini akan menghadirkan sejumlah pembicara tingkat nasional. Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, telah menyatakan kesiapannya untuk hadir dan menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk “Peran Ulama dalam Menjaga Persatuan dan Ketahanan Umat di Tengah Dinamika Sosial Masyarakat.” Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., juga dikonfirmasi akan hadir sekaligus membuka acara secara resmi. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dijadwalkan memberikan materi dalam forum bergengsi ini. Para gubernur dari Kalbar, Kalsek, Kaltim, Kaltara, dan Kalteng turut dikonfirmasi hadir dalam sesi panel sinergi pemerintah daerah dan MUI.
Sekretaris MUI Kalbar sekaligus Ketua Panitia, Muhammad Sani menyampaikan, Rakorda juga akan dihadiri oleh delegasi dari luar negeri. “Utusan dari Sarawak, Malaysia, serta perwakilan Majelis Ugama Islam Brunei Darussalam telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Ini menjadi bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah dan kerja sama keagamaan lintas negara,” ujarnya.
