Fakta Nasional

Dikira Cupu Ternyata Suhu! Peugeot Sudah Main Mobil Listrik Sejak Era Perang Dunia II

FAKTANASIONAL.NET - Nama Peugeot mungkin belum menjadi pemain paling mencolok dalam persaingan mobil listrik modern. Saat ini, pabrikan asal Prancis tersebut baru memiliki dua model listrik murni dalam lini produknya, yakni Peugeot e-208 dan e-2008.…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 19 August 2026 📖 4 menit
Dikira Cupu Ternyata Suhu! Peugeot Sudah Main Mobil Listrik Sejak Era Perang Dunia II
Dikira Cupu Ternyata Suhu! Peugeot Sudah Main Mobil Listrik Sejak Era Perang Dunia II/(Foto: Peugeot)

FAKTANASIONAL.NET - Nama Peugeot mungkin belum menjadi pemain paling mencolok dalam persaingan mobil listrik modern.

Saat ini, pabrikan asal Prancis tersebut baru memiliki dua model listrik murni dalam lini produknya, yakni Peugeot e-208 dan e-2008.

Sementara itu, tiga model lainnya mengusung teknologi hybrid, yaitu 3008 Hybrid, 508 Hybrid, dan 508 SW Hybrid.

Namun, jika ditarik jauh ke belakang, keterlibatan Peugeot dalam elektrifikasi ternyata bukan cerita baru.

Perjalanan Peugeot telah berlangsung hampir delapan dekade, bahkan bermula ketika Prancis berada dalam pendudukan Jerman pada Perang Dunia II.

Sejarah panjang itu memperlihatkan bagaimana Peugeot berulang kali bereksperimen dengan kendaraan listrik, hybrid, konsep mobilitas perkotaan hingga mobil berperforma ekstrem.

Sejumlah konsep memang tidak pernah masuk jalur produksi, tetapi eksperimen tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan teknologi Peugeot menuju era kendaraan tanpa emisi.

Peugeot VLV hingga 106 Electric, Awal Eksperimen Mobil Listrik

Tonggak pertama hadir melalui Peugeot VLV pada 1941. Nama VLV merupakan singkatan dari Vèhicula Lèger de Ville atau Light City Vehicle. Mobil mungil tersebut dibuat sebagai solusi menghadapi keterbatasan bahan bakar selama masa pendudukan Jerman.

VLV memiliki konfigurasi dua tempat duduk dengan atap bergaya cabriolet. Kendaraan ini menggunakan motor listrik yang menggerakkan roda belakang.

Sekilas desainnya menyerupai kendaraan roda tiga karena posisi roda belakang sangat berdekatan, meski sebenarnya tetap memiliki empat roda.

Baterai ditempatkan di balik kap depan. Dalam kondisi penuh, VLV mampu menempuh sekitar 69 hingga 80 kilometer dengan kecepatan maksimum 33,7 kilometer per jam.

Produksinya berlangsung di La Garenne, Paris, dengan total hanya 377 unit yang dibuat sepanjang 1941 hingga 1943. Sebagian besar kendaraan digunakan oleh petugas pos dan dokter.

Setelah produksi VLV dihentikan pada 1943, Peugeot baru kembali serius mengembangkan kendaraan listrik beberapa dekade kemudian.

Pada 1989, Peugeot ditunjuk sebagai pabrikan Eropa pertama yang menawarkan kendaraan komersial versi elektrik. Proyek tersebut menghasilkan van J5 melalui kerja sama dengan perusahaan baterai SAF.

Eksperimen kemudian merambah kendaraan penumpang melalui Peugeot 106 Electric.

Pengembangannya dimulai pada 1993 dan model tersebut resmi diperkenalkan pada 1995. Mobil ini dikembangkan bersama EDF, perusahaan listrik Prancis.

Sebelum dipasarkan secara luas, sebanyak 25 unit terlebih dahulu menjalani pengujian oleh pengguna privat, kalangan profesional, dan pemerintah daerah. Hingga 2003, sebanyak 3.542 unit 106 Electric tercatat terjual.

Minat Peugeot terhadap mobilitas listrik juga terlihat dari Ion Concept yang diperkenalkan dalam Paris Motor Show 1994.

Mobil mungil tersebut memakai motor listrik 20 kW dan baterai nickel-cadmium. Panjangnya 3,32 meter dengan lebar 1,6 meter.

Dari Mobil Konsep hingga e-2008, Jalan Panjang Menuju Era Elektrifikasi

Pada 1996, Peugeot memperkenalkan TULIP, konsep mobilitas perkotaan yang menawarkan gagasan car sharing.

Kendaraan tersebut dirancang dengan sistem stasiun, pemesanan, dan pembayaran berbasis teknologi. Konsepnya bahkan sekilas menyerupai layanan berbagi kendaraan yang kini menjadi bagian dari mobilitas modern.

Masih pada tahun yang sama, Peugeot memamerkan Touareg dalam Paris Motor Show. Berbeda dengan SUV Volkswagen yang kemudian populer dengan nama serupa, konsep Peugeot ini berbentuk buggy terbuka.

Touareg menggabungkan mesin bensin satu silinder sebagai generator dengan baterai nickel-cadmium dan motor listrik 35,5 kW. Sistem tersebut membuat jarak tempuhnya mencapai 299 kilometer.

Memasuki 2000, Peugeot menghadirkan tema “City Toyz” di Paris Motor Show. Dari empat konsep yang diperkenalkan, e-doll dan Bobslid menggunakan tenaga listrik.

Keduanya memiliki desain ekstrem, termasuk sistem kemudi yang tidak lazim. e-doll menggunakan model setang seperti sepeda motor, sedangkan Bobslid mengandalkan joystick.

Eksperimen berlanjut melalui Peugeot BB1 pada 2009. City car listrik ini hanya memiliki panjang 2,5 meter dan bobot sekitar 600 kilogram berkat penggunaan bodi serat karbon.

Dengan baterai lithium-ion, BB1 diklaim mampu menempuh 96 kilometer. Meski demikian, konsep tersebut tidak berlanjut menjadi kendaraan produksi massal.

Setahun kemudian, Peugeot EX1 tampil dengan karakter berbeda. Mobil roadster listrik dua tempat duduk itu dibuat untuk memperingati 200 tahun Peugeot.

Mengandalkan dua motor listrik dengan total tenaga 340 hp, EX1 menggunakan struktur karbon ringan dan penggerak empat roda.

Performanya sangat agresif. Akselerasi 0-100 kilometer per jam hanya membutuhkan 2,24 detik, sedangkan kecepatan 243 kilometer per jam dapat dicapai dalam 5,1 detik. Kehebatannya membuat EX1 mencatat enam rekor dunia yang disahkan International Automobile Federation.

Perjalanan panjang tersebut akhirnya memasuki tahap yang lebih realistis melalui Peugeot e-2008 pada 2019.

SUV listrik ini menjadi salah satu bukti bahwa teknologi elektrifikasi Peugeot mulai diarahkan ke produk yang dapat digunakan konsumen secara luas.

e-2008 membawa motor listrik 100 kW dan baterai 50 kWh. Kemampuan jelajahnya mencapai 331 kilometer tanpa menghasilkan emisi dari knalpot.

Model tersebut juga mendapat perhatian melalui sejumlah penghargaan, termasuk pengakuan desain dari Red Dot Design Award serta predikat “Best Compact Electric Car” dari Diesel Car & Eco Car.

Dari VLV pada masa Perang Dunia II hingga e-2008, perjalanan Peugeot menunjukkan bahwa elektrifikasi bukanlah tren yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai eksperimen yang sempat berhenti sebagai konsep menjadi bagian dari proses panjang Peugeot mencari bentuk kendaraan masa depan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK