Dedi Mulyadi Soal Kudeta SSB versi Said Didu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama rakyat. Foto: Pemdaprov Jabar

FAKTANASIONAL.NET – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons unik ketika namanya dikaitkan dengan kelompok SSB (Singapura Solo Bandung) yang disebut berencana kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto di Oktober 2026. Dedi memelesetkan istilah kudeta menggunakan bahasa Sunda.

Seperti diberitakan, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dalam podcast dengan mantan Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, bakal terjadi kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pelakunya kelompok SSB (Singapura Solo Bandung). Nah, yang Bandung itulah dimaksudkan sebagai Dedi Mulyadi.

Prediksi Kudeta Oktober 2026 Diungkap Said Didu

Menurut Dedi, kata “kudeta” dapat dimaknai secara berbeda dalam bahasa Sunda. Ia menyebut istilah tersebut sebagai “Ku Dedi teh anggeus”. Artinya, seluruh persoalan selesai ketika diri Dedi datang.

Dedi kepada wartawan mengatakan, “Nah saya memang oleh orang Jawa Barat hari ini bener banget, Pak. Saya kudeta, Pak. ‘Ku Dedi teh anggeus’. Apa itu kudeta? Ku Dedi teh anggeus, Pak. Artinya seluruh masalah selesai ketika saya datang, itu harapan orang Jawa Barat, Pak,”

Dedi mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak berniat memberikan komentar karena namanya tidak disebut secara langsung dalam pernyataan Said Didu yang beredar.

Namun, ada petunjuk tertentu yang membuatnya kemudian melakukan pengecekan kepada sejumlah orang yang lebih senior dan mengetahui konteks pembicaraan tersebut.

Dedi menyebut dirinya memperoleh informasi bahwa sosok yang dimaksud sebagai orang yang suka menggunakan kuda di Bandung adalah dirinya.

“Tadinya saya tidak akan ngomong, pak, karena bapak kan tidak menyebut nama. Nah saya crosscheck, pak, ke teman-teman saya, senior-senior saya. Dan senior saya mengatakan yang dimaksud orang suka pakai kuda di Bandung = KDM (Kang Dedi Mulyadi),” ucapnya.

Penulis: Djono W. OesmanEditor: Djono W. Oesman
Exit mobile version