Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan jumlah korban sekaligus mengetahui penyebab munculnya keluhan setelah makanan MBG dikonsumsi.
Di tengah bertambahnya jumlah korban, Badan Gizi Nasional (BGN) juga melakukan investigasi terhadap SPPG yang menjadi sumber distribusi makanan tersebut.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN Ketut Sumedana mengatakan, berdasarkan hasil investigasi lapangan sementara, terdapat 512 orang yang terdampak dugaan keracunan tersebut.
“Untuk sementara berdasarkan hasil investigasi di lapangan, terdapat 512 orang yang terdampak,” ujar Ketut.
Perbedaan angka antara hasil pendataan BGN dan Dinas Kesehatan Sidoarjo terjadi seiring proses penanganan dan pendataan korban yang masih berlangsung.
Dinas Kesehatan mencatat jumlah korban yang mendapat rujukan ke fasilitas kesehatan terus bertambah.
BGN Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG, Oknum Minta Uang untuk Buka Suspend
BGN bersama Dinas Kesehatan setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para penerima MBG berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, termasuk menelusuri proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi makanan dari SPPG Kalitengah. (dwo)
