Sejarah Kelam Gunung Krakatau Sejak Letusan 1883

Dokymen The Guardian saat Gunung Krakatau meletus tahun 1883

Erupsi 1883 juga mengubah lanskap Selat Sunda. Dari kawasan kaldera Krakatau kemudian muncul Gunung Anak Krakatau, yang terus tumbuh melalui aktivitas vulkanik.

Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada Agustus 1883 memicu tsunami besar yang menewaskan sekitar 36.000 orang. Air tsunami diperkirakan mencapai ketinggian pohon kelapa atau sekitar 30 meter.

Namun, di tengah bencana tersebut, ada sejumlah orang yang berhasil selamat. Salah satunya adalah Ong Leng Yauw.

Gunung Lewotobi Meletus, Abu Vulkanik Capai 1 Km, Warga Diminta Pakai Masker

Saat itu, Ong dan ribuan warga Banten serta Sumatera bagian Selatan sebenarnya sudah mendengar suara gemuruh selama sekitar tiga bulan. Hanya saja, mereka tidak mengetahui dari mana suara tersebut berasal.

“Suara gemuruh dari Krakatau sudah terdengar selama kira-kira tiga bulan, tetapi pada waktu itu tidak ada yang tahu dari mana suara tersebut berasal,” kenang Ong saat menceritakan pengalamannya kepada Kwee Tek Hoay dalam memoar berjudul “Apa jang saja denger tentang kamandjoerannja klenteng Kwan Im di Bantam (1937). (*)

Exit mobile version