FAKTANASIONAL.NET – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat menggelar pelatihan Governance, Risk Management, and Compliance berbasis ISO pada Jumat, 25 September 2026.
Kegiatan bertajuk In-House Online Training ini diselenggarakan secara daring bekerja sama dengan MSI Institute.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari persiapan sertifikasi GRC berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Program pelatihan dirancang khusus untuk mengejar kualifikasi Certified GRC Professional dan Certified GRC Executive Officer.
Pelatihan menghadirkan narasumber Subramaniam Anbanathan dari Center for Risk Management and Sustainability sekaligus Associate Director MSI Institute.
Sebanyak 10 peserta dari berbagai jenjang jabatan strategis di Bank Kalbar mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.
Jajaran peserta meliputi senior analis, kepala bidang, hingga kepala divisi yang menangani fungsi kepatuhan dan manajemen risiko.
Direktur Kepatuhan Bank Kalbar R.S.M. Al Amin juga hadir secara langsung mengikut seluruh rangkaian pelatihan.
Subramaniam Anbanathan menekankan bahwa penerapan GRC tidak cukup hanya menjalankan fungsi tata kelola dan kepatuhan secara terpisah.
Ketiga aspek utama tersebut harus dibangun secara terkoneksi serta terintegrasi di seluruh lini unit kerja.
“GRC bukan merupakan konsep baru. Organisasi cenderung telah memiliki aspek pengelolaan governansi, manajemen risiko, dan kepatuhan sejak lama. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara terpisah atau siloed,” ujar Nathan dalam pelatihan tersebut.
Seiring peningkatan kematangan organisasi, praktik tata kelola harus mampu menghilangkan kebiasaan kerja yang terkotak-kotak.
“GRC merupakan pendekatan yang terkoneksi dan terintegrasi dalam merealisasikan kinerja berprinsip,” kata Nathan.
Menurutnya, tantangan utama organisasi saat ini adalah unit kerja dan individu yang belum saling terhubung secara optimal.
Implementasi GRC modern diarahkan untuk mengubah pola kerja terpisah menjadi kolaborasi yang solid antar-departemen.
“Profesional GRC harus mampu mengambil pendekatan interdisipliner terhadap pekerjaannya,” ujar Nathan.
Dalam kerangka kerja ini, para profesional GRC diposisikan sebagai pelindung keberlanjutan bisnis perusahaan di berbagai lini.
MSI Institute sendiri merupakan lembaga konsultasi dan pelatihan terkemuka di bawah naungan PT LPK MSI Indonesia.
Lembaga tersebut rutin menyelenggarakan pelatihan manajemen risiko, keamanan siber, hingga pengembangan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
