Daerah  

AMPUN… Pelajar Batui 5, Sulteng Harus Seberangi Sungai Tiap Sekolah

Kondisi pelajar di Batui 5, Kabupaten Banggai, Sulteng, saat berangkat dan pulang sekolah. Foto: Instagram

FAKTANASIONAL.NET – Ratusan siswa SMP Negeri Satu Atap (Satap) Batui 5, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah harus bertaruh keselamatan setiap hari dengan menyeberangi sungai berarus deras untuk pergi dan pulang sekolah.

Kondisi itu sudah berlangsung puluhan tahun lantaran belum adanya akses yang menghubungkan pemukiman siswa dengan sekolah.

BACA JUGA

BGN Perluas MBG ke Wilayah 3T, 15.000 Sekolah di Maluku dan Papua Jadi Prioritas

“Anak murid saya kalau mau pergi ke sekolah harus lewat jalur sungai tiap hari, pergi sekolah maupun pulang sekolah,” ujar Tenaga Pendidik SMP Negeri Satap Batui 5, Jumrah, kepada wartawan.

Menurut Jumrah, kondisi sungai sangat bergantung pada cuaca. Saat hujan deras mengguyur, debit air meningkat hingga meluap dan membuat siswa tidak dapat menyeberang.

“Beberapa kali siswanya tidak bisa ke sekolah gara-gara itu. Guru-guru ada toleransi karena sungai meluap,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, situasi tersebut bahkan pernah mengganggu pelaksanaan ujian karena sejumlah siswa terhalang banjir sungai. Hingga kini, kata Jumrah, belum tersedia jembatan maupun fasilitas penyeberangan yang aman.

Saat debit air rendah, siswa masih bisa menyeberang. Namun ketika arus sungai deras, keselamatan mereka menjadi taruhan.

“Bahaya karena nyawa taruhannya apalagi naik air,” katanya.

Exit mobile version