Karena itu, Bahlil lebih berpeluang menang daripada Zulhas. Sebab, kursi Golkar sekitar dua kali lipat dari kursi PAN. Dan jaringan Golkar di anggota DPD, juga relatif jauh lebih banyak dibandingkan PAN. Golkar juga berpengalaman pilihan melalui mekanisme voting. Maka, tak salah kalau dikatakan bahwa Bahlil lebih berpeluang menggantikan Gibran daripada Zulhas.
Tapi, ingat, ini masih berandai-andai. Syaratnya, andai-andai dari Hakim MK Arsul Sani harus terwujud dulu. Yakni, hari ini, Senin, 28 September, 9 Hakim MK bersepakat atau tidak melanjutkan persidangan permohonan Denny Indrayana dan kawan-kawan.
Namanya berandai-andai seperti kata Hakim MK Arsul Sani pada pembukaan persidangan kemarin itu, bisa terwujud, bisa juga tidak. Andai-andai saya pun bisa terwujud, bisa juga tidak. Soal ijazah S3 Bahlil yang juga bermasalah di UI tempo hari, itu tidak terlalu penting. Sebab, ijazah SMA atau sederajat Bahlil rasanya tidak ada masalah. (ERIZAL)
Berlangganan untuk mendapatkan keuntungan eksklusif:
https://www.facebook.com/erizal.sastra/subscribenow
