FAKTANASIONAL.NET – Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (6/10/2026), menjadi momentum krusial dalam memperjuangkan kesetaraan hak serta penyediaan fasilitas publik yang lebih ramah bagi para penyandang disabilitas di Indonesia.
Melalui rilis resmi perayaan tahunan ini, gerakan global berfokus pada upaya penghapusan stigma sosial serta dorongan aksesibilitas di bidang pendidikan, layanan kesehatan, hingga dunia kerja. Peringatan tahun ini digelar serentak di berbagai wilayah melalui kampanye digital dan kegiatan komunitas inklusif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai kondisi neurodevelopmental tersebut.
Cerebral palsy merupakan gangguan saraf yang memengaruhi kemampuan motorik, postur, serta koordinasi gerak tubuh seseorang. Meski tergolong kondisi seumur hidup, intervensi medis yang tepat sejak dini serta dukungan lingkungan yang memadai terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup para penyandangnya secara signifikan.
Ketua Yayasan Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Cerebral Palsy (YPAC), Ratna Juwita, menegaskan pentingnya pembenahan fasilitas umum dan infrastruktur sosial agar tidak menghambat potensi anak-anak dengan kondisi ini.
“Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia bukan sekadar agenda tahunan di kalender, melainkan pendorong bagi kita semua untuk meruntuhkan hambatan fisik dan sosial. Anak-anak dengan cerebral palsy tidak membutuhkan rasa kasihan, melainkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan mandiri di tengah masyarakat,” ujar Ratna saat ditemui di sela-sela kegiatan edukasi publik di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia tahun ini diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penyediaan infrastruktur inklusif, seperti transportasi umum yang ramah kursi roda serta program terapi terjangkau di seluruh pelosok daerah.
