Suyudi Gerak Cepat, 88 Pati-Pamen Dimutasi Sehari Setelah Dilantik

Komjen Pol Suyudi Ario Seto/(Tangkap Layar/YouTube/TVR)

“Langkah radikal Jenderal Suyudi Ario Seto itu, tidak biasa dilakukan oleh seorang insan Bhayangkara yang baru dilantik sebagai Kapolri untuk memimpin institusi Polri yang cukup besar kalau tidak ada “kekuatan” politik di belakangnya,” kata Sugeng, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.

Sugeng menjelaskan bahwa filosofi kepolisian mengedepankan sikap merangkul, akomodatif, persuasif, dan koordinatif. Pola tersebut, menurut dia, juga terlihat ketika Jenderal Idham Azis dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai menjabat sebagai Kapolri.

IPW menilai senioritas serta hubungan kakak asuh dalam pendidikan Akpol menjadi salah satu faktor yang membuat konsolidasi internal Polri biasanya dilakukan dengan mempertimbangkan stabilitas korps.

“Sementara Kapolri Suyudi Ario Seto sehari setelah menjabat sudah mengubah banyak simpul,” kata Sugeng.

Karena itu, IPW mengingatkan Suyudi agar tidak melakukan gebrakan radikal tanpa alasan yang objektif dan kuat dalam mengganti atau mencopot anggota Polri.

“Seperti misalnya, adanya catatan dari Propam bahwa anggota tersebut telah melakukan pelanggaran kode etik Polri atau telah melakukan dugaan perbuatan pidana,” pungkas Sugeng.[dit]

Exit mobile version