FAKTANASIONAL.NET – Apapun sekarang narasi yang dikembangkan oleh media Barat atau Arab tentang perang Iran, maupun narasi yang disampaikan oleh Trump sendiri setiap saat di gedung putih.
Tapi ada fakta fakta yang substansial yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Yang menunjukkan Iran masih memenangkan perang secara esensial.
Pertama:
Iran masih mengendalikan Selat Hormuz secara utuh, dan Trump semakin terjepit dengan kenaikan harga energi didalam negeri.
Kedua:
Program nuklir Iran masih tak tersentuh, sehingga AS masih terus berupaya agar bisa menghancurkan program nuklir Iran, dengan rencana serangan baru sebelum pemilu atau setelah pemilu sela AS.
Ketiga:
Sanksi ekonomi tambahan terhadap Iran tetap tidak mampu melemahkan Iran, walaupun Iran berdarah darah secara ekonomi, tapi pemerintah Iran masih bisa survive bahkan sampai Trump lengser dari gedung putih.
Keempat:
Pentagon baru saja mengakui bahwa selama perang dengan Iran, mereka mengalami kerugian sangat besar, termasuk kehilangan total 81 pesawat selama perang, baik pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat radar, drone canggih dll.
Kelima:
Program balistik Iran juga tidak tersentuh, bahkan Iran sekarang masih sangat leluasa memproduksi rudal balistik, hipersonik, dan bahkan menaikkan daya jangkau yang lebih jauh. Padahal salah satu tujuan perang AS dan Israel ke Iran adalah menghancurkan program balistik Iran selain program nuklir Iran.
Keenam:
Pengaruh Iran di kawasan itu juga semakin meningkat, Proxi Iran yang juga semakin kuat kecuali HMS di Gaza yang sekarang sedang dilemahkan oleh BoP dan serangan kontinyu dari Israel.
Proxi Proxi Iran terus menguat dan tak bisa dihancurkan, baik yang ada di Lebanon, Irak, sampai Yaman yang sekarang tumbuh pesat dalam perang dengan Saudi.
Di Irak dan Lebanon, Proxi Iran lebih kuat dari negara itu sendiri yang sekarang disupport AS dan Israel. Pemerintah Irak dan Lebanon saat ini tidak bisa menyangkal, bahwa kekuatan Proxi Iran disana lebih kuat dan bisa menggulingkan rezim mereka kapan saja terutama jika pecah perang regional.
Ketujuh:
Pakta Mekkah yang beranggotakan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan tidak bisa berjalan dengan baik, ada penolakan rakyat Pakistan dan rakyat Turki yang sangat kuat di arus bawah untuk terlibat mendukung Saudi menyerang Houthi di Yaman.
