“Kondisi saat ini kita juga menggalakkan terkait dengan peran dari senior resident yang kita tempatkan untuk setiap area asrama. Dan senior resident yang akan membantu terkait dengan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa dan itu berlangsung selama 24 jam,” jelas Ratri.
Ke depan, Telkom University berencana merombak pendekatan pencegahan agar tidak berhenti pada tahap imbauan atau sosialisasi pasif. Kampus berencana memasukkan nilai-nilai penciptaan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas kekerasan langsung ke dalam struktur mata kuliah kurikulum.
Beberapa strategi penguatan pencegahan yang akan segera diterapkan meliputi:
-
Perluasan Sosialisasi Multi-Pihak: Melibatkan dosen wali, dosen pengajar, hingga sivitas akademika secara menyeluruh agar aktif menyampaikan informasi terkait pencegahan kekerasan.
-
Integrasi Kurikulum Berbasis Nilai: Memasukkan materi anti-kekerasan ke dalam mata kuliah yang memegang nilai inti institusi, yakni Harmony, Excellence, dan Integrity.
-
Peningkatan Kapasitas Pengawas: Memberikan pelatihan lanjutan bagi para senior resident guna meningkatkan kemampuan identifikasi dini terhadap potensi perundungan di lingkungan pelajar.
Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang inklusif, aman, serta memberikan rasa perlindungan penuh bagi seluruh mahasiswa selama menempuh pendidikan. (sak)
