“Saya selaku Menko Polkam tentunya mengimbau kepada masyarakat, kami sudah berupaya semaksimal mungkin, ya,” kata Dudung.
Ia menjelaskan, lahan gambut membuat proses pemadaman tidak mudah. Personel TNI dan Polri juga telah dikerahkan secara masif untuk menangani kebakaran.
Dudung turut menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pihak segera bertindak tanpa menunggu hujan turun.
“Jadi Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan pada kami untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras,” ujarnya.
Di sisi penegakan hukum, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa Bareskrim Polri tengah menangani 98 laporan polisi terkait karhutla yang melibatkan korporasi. Seluruh laporan tersebut telah memasuki tahap penyidikan.
“Jadi, per hari ini, dari Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan dari 98 LP (laporan polisi) naik sidik ada 98 kasus terkait dengan korporasi,” kata Suyudi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Penyidik kini mengumpulkan alat bukti untuk melanjutkan proses hukum dan menetapkan tersangka dalam waktu dekat. Suyudi memastikan penanganan perkara dilakukan hingga tuntas, termasuk terhadap pemilik perusahaan maupun pemegang saham yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla.[dit]
