FAKTANASIONAL.NET – Guna memperingati Bulan Kesadaran Keamanan Siber (Cybersecurity Awareness Month), platform lowongan kerja Jobstreet by SEEK secara resmi mengajak perusahaan dan pencari kerja untuk membangun benteng pertahanan digital bersama. Langkah taktis ini diluncurkan di Jakarta pada Kamis (22/10/2026) sebagai respons terhadap lonjakan anomali trafik siber dan ancaman ransomware yang marak menyasar korporasi maupun individu di kawasan Asia Pasifik.
Upaya proteksi data dalam dunia kerja kini bersifat dua arah. Bagi manajemen perusahaan, kecerobohan dalam menjaga akun perekrut bisa menjadi pintu masuk intervensi ilegal ke sistem internal. Sebaliknya bagi pelamar, penyebaran Curriculum Vitae (CV) secara bebas di media sosial publik dinilai sebagai celah keamanan terbesar yang memicu pengambilalihan akun dan rekayasa sosial (social engineering).
Inovasi Teknologi Terintegrasi & Fitur Baru
Untuk meminimalkan pemindahan data ke pihak ketiga yang berisiko, Jobstreet by SEEK kini memperketat sistem peninjauan lewat adopsi AI agentic guna membantu proses penyaringan kandidat secara internal. Selain itu, mereka memperkenalkan fitur SEEK Pass. Fitur ini berfungsi sebagai dompet kredensial digital terverifikasi, sehingga pelamar tidak perlu lagi mengirimkan dokumen sensitif (seperti ijazah atau kartu identitas) berulang kali via email konvensional.
3 Pilar ‘Mengunci Pintu’ untuk Pencari Kerja
Sebagai edukasi preventif, Jobstreet merilis tiga panduan teknis yang wajib diterapkan oleh kandidat sebelum berinteraksi dengan perekrut:
-
- Minimalisasi Data: Menghapus informasi super sensitif seperti NIK, nomor rekening, tanggal lahir lengkap, dan alamat rumah detail pada dokumen awal lamaran. Informasi alamat cukup ditulis setingkat kota/wilayah domisili saja.
- Penguatan Akun (Account Hardening): Menghentikan kebiasaan memakai kata sandi yang sama di berbagai platform, serta wajib mengaktifkan autentikasi dua faktor (MFA) atau fitur passkey.
- Keamanan Infrastruktur: Melarang keras pengiriman berkas lamaran atau login portal karier menggunakan Wi-Fi publik gratisan yang tidak terenkripsi demi menghindari intersepsi data (man-in-the-middle attacks). Pelamar juga disarankan memakai email khusus rekrutmen yang terpisah dari akun utama.
Melalui sinergi tata kelola perusahaan yang bersih dan kebiasaan digital yang cerdas dari pelamar, diharapkan proses rekrutmen di masa depan dapat berjalan jauh lebih aman dan kredibel.[sak]
