Fakta Nasional

25 Saksi Diperiksa Dugaan Korupsi di Kebun Binatang Surabaya, Kejati Jatim: Salahsatunya Eks Dirut KBS

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sebanyak 25 orang dari kalangan internal KBS diperiksa sebagai saksi. Salahsatunya adalah eks Dirut…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 30 July 2026 📖 1 menit
25 Saksi Diperiksa Dugaan Korupsi di Kebun Binatang Surabaya, Kejati Jatim: Salahsatunya Eks Dirut KBS

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sebanyak 25 orang dari kalangan internal KBS diperiksa sebagai saksi.

Salahsatunya adalah eks Dirut Perusahaan Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) Choirul Anwar. Dia ditahan dalam dugaan kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024 sebesar Rp10,2 miliar.

"Ada 7 (saksi baru yang diperiksa), dari sekitaran 25 (total saksi)," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, I Gede Punia Atmadja pada (30/7/2026).

Seluruh saksi yang diperiksa sejauh ini berasal dari lingkup internal KBS dan penyidik belum meminta keterangan dari pihak luar.

"(Sebanyak 25 saksi) dari KBS-nya, dari internal KBS dulu, Pak," ujarnya.

I Gede Punia Atmadja mengemukakan penyidikan perkara dugaan korupsi di KBS masih terus berjalan di sana. Penyidik masih mendalami berbagai keterangan saksi untuk mengembangkan kasus tersebut, meski saat ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"KBS kita lanjut (penyidikan), ya. Jadi kita sedang pemeriksaan saksi-saksi juga, kita juga nanti akan update lagi untuk perkembangan selanjutnya," ucapnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK