Adrenalin Balap Mobil Listrik Kembali di Jakarta E‑Prix 2025
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ajang balap mobil listrik paling bergengsi, Jakarta E‑Prix 2025, resmi kembali menghiasi kalender dunia otomotif setelah sempat hiatus. Lintasan legendaris Jakarta International E‑Prix Circuit (JIEC) di Ancol, Jakarta Ut…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ajang balap mobil listrik paling bergengsi, Jakarta E‑Prix 2025, resmi kembali menghiasi kalender dunia otomotif setelah sempat hiatus.
Lintasan legendaris Jakarta International E‑Prix Circuit (JIEC) di Ancol, Jakarta Utara, akan menjadi saksi ketatnya persaingan para tim dan pembalap papan atas pada hari Sabtu, 21 Juni 2025.
Meski hanya menampilkan satu balapan penuh, antusiasme penonton dipastikan memuncak berkat kombinasi teknologi mutakhir, kecepatan, dan efisiensi energi.
Pada musim ke‑11 Formula E Jakarta, terdapat 11 tim dengan dua jagoan setiap tim:
Andretti Formula E (Jake Dennis & Nico Müller)
Cupra Kiro (Dan Ticktum & David Beckmann)
DS Penske (Jean‑Eric Vergne & Maximilian Günther)
Envision Racing (Robin Frijns & Sébastien Buemi)
Jaguar TCS Racing (Mitch Evans & Nick Cassidy)
Lola Yamaha ABT (Lucas di Grassi & Zane Maloney)
Mahindra Racing (Edoardo Mortara & Nyck de Vries)
Maserati MSG (Stoffel Vandoorne & Jake Hughes)
NEOM McLaren (Sam Bird & Taylor Barnard)
TAG Heuer Porsche (Pascal Wehrlein & António Félix da Costa)
Nissan Formula E (Norman Nato & Oliver Rowland)
Persaingan di Klasemen Jakarta E‑Prix 2025
Di klasemen sementara, Oliver Rowland (Nissan) memimpin dengan 171 poin, unggul atas Pascal Wehrlein (103) dan António Félix da Costa (88). Setiap tim berfokus pada:
Optimalisasi baterai dan manajemen energi untuk menjaga kecepatan hingga lap terakhir.
Strategi pit stop minimal untuk memaksimalkan waktu di lintasan.
Pengembangan perangkat lunak yang menyesuaikan torque dan regen braking sesuai karakter trek JIEC.
Dengan lintasan berbelok tajam dan straights pendek, efisiensi energi akan menjadi kunci menentukan pemenang.
Penonton diprediksi disuguhkan duel wheel‑to‑wheel yang ketat, terutama pada sektor pergantian posisi di tikungan 9–12.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.