Fakta Nasional

Ahli Gizi Ungkap Batas Aman Makan Mi Instan, Jangan Lebih dari 2 Bungkus Seminggu!

KESEHATAN, FAKTANASIONAL.NET - Mi instan tidak dapat dipungkiri telah menjadi makanan favorit banyak kalangan di Indonesia. Alasannya jelas: praktis, murah, dan rasanya yang kuat di lidah. Namun, di balik kenikmatan tersebut, para ahli kesehatan men…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 October 2025 📖 1 menit
Ahli Gizi Ungkap Batas Aman Makan Mi Instan, Jangan Lebih dari 2 Bungkus Seminggu!
Ahli Gizi Ungkap Batas Aman Makan Mi Instan, Jangan Lebih dari 2 Bungkus Seminggu!/(pixabay)

KESEHATAN, FAKTANASIONAL.NET - Mi instan tidak dapat dipungkiri telah menjadi makanan favorit banyak kalangan di Indonesia. Alasannya jelas: praktis, murah, dan rasanya yang kuat di lidah. Namun, di balik kenikmatan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa mi instan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Ada batas aman yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap sehat.

Kandungan gizi dalam mi instan sering menjadi sorotan karena dianggap tidak seimbang. Makanan ini cenderung tinggi karbohidrat, lemak jenuh, dan natrium, namun sangat rendah kandungan protein, vitamin, serta mineral esensial.

Risiko Sindrom Metabolik pada Wanita

Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, memberikan saran tegas terkait frekuensi konsumsi mi instan. Menurutnya, batas aman maksimal adalah dua bungkus per minggu. "Konsumsi mi instan lebih dari dua bungkus seminggu dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik pada wanita," jelas Tri.

Untuk membuatnya lebih bergizi, ia menyarankan agar saat mengkonsumsi mi instan, masyarakat menambahkan bahan pelengkap. Sayuran segar dan sumber protein seperti telur, potongan ayam, atau tahu dapat ditambahkan untuk menyeimbangkan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi berlebih juga dapat memicu tekanan darah tinggi dan obesitas.

Waktu Makan dan Bahaya Konsumsi Malam Hari

Lantas, kapan waktu terbaik untuk makan mi instan? Menurut dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad, sebenarnya tidak ada waktu khusus. Kunci utamanya adalah porsi dan frekuensi. "Kalau dimakan sesekali, misalnya seminggu satu atau dua kali, masih boleh. Tapi jangan pagi, siang, sore semuanya makan mi instan," ujarnya.

Satu hal yang perlu dihindari adalah mengkonsumsi mi instan pada larut malam. Sebuah penelitian dalam Journal of Stress & Health menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak yang dikonsumsi sekitar pukul 10 malam dapat mengganggu siklus tidur dan berkontribusi pada peningkatan kadar hormon stres dalam tubuh.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK