Akses Terputus dan Ribuan Rumah Terendam, 10 Desa di NTB Diterjang Banjir Bandang
FAKTANASIONAL.NET – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Jumat hingga Senin dini hari (23/3/2026) memicu bencana banjir besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Jumat hingga Senin dini hari (23/3/2026) memicu bencana banjir besar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 10 desa terendam, menyebabkan ribuan warga terisolasi dan infrastruktur vital mengalami kerusakan serius.
Dampak Kerusakan dan Akses Terputus
Kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama dalam penanganan bencana kali ini. Salah satu titik paling parah dilaporkan berada di jalur penghubung antarwilayah yang kini tidak dapat dilalui kendaraan.
"Salah satu titik terdampak paling signifikan berada di crossway Kali Lowo Regi, Desa Masebewa, yang mengalami kerusakan hingga menyebabkan akses jalan terputus," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Kondisi tersebut, lanjut Abdul Muhari, menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah. Selain jalan yang terputus, tercatat ada empat titik akses jalan lainnya yang mengalami kerusakan berupa lubang cukup dalam.
Ribuan Jiwa Terdampak
Berdasarkan data terkini, banjir telah merendam ribuan rumah warga. Banyak warga yang terpaksa bertaruh nyawa demi mendapatkan kebutuhan pokok.
"Sebanyak 10 desa terdampak dengan total 2.922 kepala keluarga atau 12.981 jiwa. Warga terpaksa menyeberangi arus banjir dengan berjalan kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang berisiko bagi keselamatan," kata Abdul Muhari.
Selain pemukiman, sektor pertanian dan fasilitas air bersih juga lumpuh:
-
Rumah Tangga: 2.922 unit rumah terdampak (1 rusak berat, 3 rusak ringan, sisanya dalam pendataan).
-
Pertanian: 15 hektare lahan persawahan terendam.
-
Fasilitas Umum: Pipa distribusi air bersih terputus dan bangunan penangkap air rusak.
Longsor di Kecamatan Tanawawo
Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu tanah longsor di Kecamatan Tanawawo. Material longsor dan pohon tumbang sempat menutup akses jalan penghubung antara Desa Poma dan Desa Napugera.
"Sebanyak 11 kepala keluarga terdampak, dengan 11 unit rumah berada dalam kondisi terancam," tambah Abdul Muhari terkait situasi longsor yang saat ini masih dalam fase pembersihan material.
Imbauan dan Status Siaga
Peristiwa ini terjadi di tengah masa Status Siaga Darurat Bencana yang telah ditetapkan hingga 8 Juni 2026. BNPB meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra.
"BNPB juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi, dengan memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan saluran air, serta segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor," tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.