Aksi Heroik di Lapangan Kamboja: Strategi Banjarmasin Perkuat Garda Terdepan Pemadam Kebakaran
FAKTANASIONAL.NET - Suasana Lapangan Kamboja mendadak riuh oleh raungan sirene dan ketangkasan ratusan personel dalam menjinakkan air. Pada Sabtu (25/4/2026), Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara resmi membuka Lomba Ketangkasan Pemadam K…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Suasana Lapangan Kamboja mendadak riuh oleh raungan sirene dan ketangkasan ratusan personel dalam menjinakkan air.
Pada Sabtu (25/4/2026), Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara resmi membuka Lomba Ketangkasan Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam rangka memperingati HUT Damkar ke-107.
“Ini bukan sekadar lomba ketangkasan, tetapi bagian penting untuk memastikan kesiapsiagaan dan profesionalisme petugas kita tetap terjaga. Mereka adalah garda terdepan yang bertaruh nyawa demi keselamatan masyarakat,” tegas Yamin.
Bukan sekadar kompetisi, ajang ini merupakan simulasi nyata atas dedikasi para pejuang api yang setiap hari bertaruh nyawa demi keselamatan warga.
Dalam sambutannya, Yamin menekankan bahwa profesionalisme adalah harga mati. Mengingat lanskap Banjarmasin yang didominasi permukiman padat dan gang-gang sempit, ketangkasan fisik saja tidak cukup.
Wali Kota menyoroti pentingnya modernisasi peralatan dan pemanfaatan teknologi deteksi dini untuk memangkas waktu respons.
Pendekatan adaptif menjadi kunci utama agar petugas tetap mampu bekerja optimal meski dihadapkan pada kendala akses jalan yang terbatas di wilayah perkotaan.
Namun, transformasi Damkar tidak bisa berjalan sendirian. Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong perubahan paradigma agar penanggulangan kebakaran menjadi gerakan kolektif.
Yamin menegaskan bahwa masyarakat harus menjadi lapis pertama dalam sistem keamanan lingkungan. Dengan memastikan instalasi listrik yang aman serta menghindari praktik pembakaran sampah sembarangan, risiko kebakaran dapat ditekan sejak dari pintu rumah masing-masing warga.
Melalui momentum HUT ke-107 ini, Banjarmasin tidak hanya merayakan usia, tetapi juga memperbarui komitmennya.
Integrasi antara ketangkasan petugas, kecanggihan teknologi, dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem kota yang lebih tangguh terhadap ancaman api.
Kesiapsiagaan yang ditempa hari ini adalah jaminan ketenangan bagi seluruh warga di masa depan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.