Fakta Nasional

Ancaman El Nino Hingga Pertengahan 2026, BPBD Kalbar Dorong Modifikasi Cuaca dan Perkuat Stok Pangan

FAKTANASIONAL.NET – Wilayah Kalimantan Barat diprediksi akan terus berada di bawah bayang-bayang fenomena El Nino hingga pertengahan tahun 2026. Kondisi anomali cuaca ini memicu peringatan dini terkait risiko gagal panen serta meningkatnya potensi K…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 28 March 2026 📖 2 menit
Ancaman El Nino Hingga Pertengahan 2026, BPBD Kalbar Dorong Modifikasi Cuaca dan Perkuat Stok Pangan
Ilustrasi-Fenomena El Nino yang terkonfirmasi oleh BMKG dan WMO berpotensi memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normalnya tahun ini./Dok. https://mandiriamalinsani.or.id/

FAKTANASIONAL.NET – Wilayah Kalimantan Barat diprediksi akan terus berada di bawah bayang-bayang fenomena El Nino hingga pertengahan tahun 2026.

Kondisi anomali cuaca ini memicu peringatan dini terkait risiko gagal panen serta meningkatnya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di area lahan gambut yang luas.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyatakan bahwa durasi El Nino yang cukup panjang menuntut langkah mitigasi konkret dan kolaborasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah.

Fokus pada Cadangan Pangan

Salah satu dampak yang paling diwaspadai adalah stabilitas pangan.

Baca Juga: Ancaman ‘Godzilla El Nino’ April 2026: BRIN dan BMKG Ingatkan Potensi Kemarau Ekstrem di Indonesia

Daniel menegaskan bahwa penguatan stok pangan nasional dan daerah menjadi prioritas utama untuk mengantisipasi penurunan produktivitas pertanian akibat kekeringan ekstrem.

“Kalau berdasarkan informasi yang kami terima El Nino akan terjadi sampai pertengahan 2026. Nah untuk itu pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota pasti sudah melakukan upaya antisipasi, misalnya melakukan penguatan cadangan pangan,” ujar Daniel dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Dorong Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

Mengingat kerawanan lahan gambut di Kalimantan Barat yang mudah terbakar saat kekeringan, BPBD Kalbar berharap adanya intervensi teknologi dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Langkah pembasahan lahan melalui hujan buatan dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan pemadaman darat saat api sudah meluas.

“Kita mendorong supaya pemerintah pusat melalui BNPB nanti bisa melakukan teknologi modifikasi cuaca. Jadi tujuannya adalah melakukan pembasahan di lahan gambut yang berpotensi terbakar di Kalimantan Barat,” tambahnya.

Optimalisasi Patroli Terpadu

Sambil menunggu dukungan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), saat ini kekuatan personel di lapangan terus disiagakan.

Pengawasan manual melalui patroli darat menjadi tumpuan utama dalam mendeteksi titik api secara dini agar tidak berkembang menjadi bencana kabut asap.

“Saat ini kita sedang mengoptimalkan operasi patroli darat yang dilakukan secara terpadu oleh BPBD, kemudian TNI, Polri, dan juga masyarakat atau relawan,” pungkas Daniel.

Sinergi antara aparat dan relawan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi dan kesehatan warga Kalimantan Barat dari ancaman polusi asap yang kerap menyertai fenomena El Nino.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK