Fakta Nasional

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas SDA DKI Jakarta Siagakan 1.205 Pompa dan Genjot Pengerukan Sungai

FAKTANASIONAL.NET – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus memperkuat benteng pertahanan ibu kota dalam menghadapi ancaman banjir di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda. Langkah mitigasi difokuskan pada optimalisasi infras…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 27 March 2026 📖 1 menit
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas SDA DKI Jakarta Siagakan 1.205 Pompa dan Genjot Pengerukan Sungai
/Dok. PPID

FAKTANASIONAL.NET – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus memperkuat benteng pertahanan ibu kota dalam menghadapi ancaman banjir di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda.

Langkah mitigasi difokuskan pada optimalisasi infrastruktur polder, penyiagaan ratusan pompa, serta percepatan pengerukan sedimen di berbagai badan air.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menegaskan bahwa kesiapan seluruh sarana prasarana merupakan kunci utama dalam penanganan genangan secara cepat dan tepat sasaran.

“Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” ujar Ika, Jumat (27/3/2026).

Kekuatan Armada Pompa Stasioner dan Mobile

Hingga 13 Maret 2026, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan total 1.205 unit pompa yang siap dioperasikan dalam fase prabanjir maupun saat penanganan darurat.

Rinciannya terdiri dari 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi strategis, serta 537 unit pompa mobile.

Pompa mobile ini menjadi instrumen krusial karena sifatnya yang fleksibel untuk menjangkau titik-titik genangan di pemukiman atau jalan raya yang tidak terlayani oleh sistem pompa stasioner.

Volume Pengerukan Tembus 123 Ribu Meter Kubik

Selain menyiagakan mesin pompa, Dinas SDA juga gencar melakukan normalisasi daya tampung sungai, kali, waduk, situ, hingga embung.

Sejak dimulai pada 2 Januari 2026, volume pengerukan di lima wilayah kota administrasi telah mencapai 123.393 meter kubik.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari program masif tahun 2025 yang berhasil mengeruk total 919.173 meter kubik sedimen.

Untuk mendukung target tahun ini, dinas mengerahkan armada besar yang terdiri dari:

  • 260 unit excavator (alat berat pengeruk)

  • 465 unit dump truck (pengangkut sedimen)

Perluasan pengerukan akan terus dilakukan secara merata di seluruh wilayah Jakarta guna memastikan kapasitas drainase dan aliran sungai tetap optimal saat debit air meningkat tajam akibat hujan lebat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan status pintu air secara berkala.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK