Fakta Nasional

Aparat Gabungan Tindak Aksi Berburu Benda Kuno Tanpa Izin di Sungai Batanghari

FAKTANASIONAL.NET - Tim gabungan dari berbagai instansi bersama jajaran kepolisian melancarkan operasi penertiban aktivitas pencarian dan perburuan benda antik tanpa izin di sepanjang aliran Sungai Batanghari, Jambi, pada akhir pekan ini, tepatnya S…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Sekar Ayuning Kasih Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 27 September 2026 📖 1 menit
Aparat Gabungan Tindak Aksi Berburu Benda Kuno Tanpa Izin di Sungai Batanghari
Aparat Gabungan Tindak Aksi Berburu Benda Kuno Tanpa Izin di Sungai Batanghari/(Foto: Ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Tim gabungan dari berbagai instansi bersama jajaran kepolisian melancarkan operasi penertiban aktivitas pencarian dan perburuan benda antik tanpa izin di sepanjang aliran Sungai Batanghari, Jambi, pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).

Penindakan tegas ini dilakukan guna merespons maraknya tindakan pengangkatan benda berharga warisan sejarah serta cagar budaya tanpa mengantongi izin resmi dari otoritas terkait.

Praktik penjelajahan ilegal tersebut dinilai merusak ekosistem perairan sungai sekaligus mengancam kelestarian peninggalan bersejarah kawasan setempat.

Dalam penertiban tersebut, petugas menyita sejumlah perlengkapan yang dimanfaatkan para pelaku, seperti perahu, peralatan selam tradisional, serta beberapa artefak yang terindikasi memiliki nilai sejarah tinggi.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk diteliti lebih lanjut oleh tim ahli arkeologi.

Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melaporkan segala bentuk perburuan barang antik ilegal.

Pemerintah menegaskan bahwa artefak sejarah di dasar Sungai Batanghari merupakan kekayaan negara yang wajib dilindungi sesuai amanat undang-undang cagar budaya.(sak)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK