ASBADATA Barito Utara Telusuri Jejak Sejarah Kapal Onrust, Rawat Kearifan Lokal dan Perjuangan Tumenggung Surapati
FAKTANASIONAL.NET — Keluarga besar ASBADATA Barito Utara melaksanakan kegiatan bertema “Kearifan Lokal” dengan mengangkat sejarah peninggalan Kapal Onrust yang tenggelam di Sungai Barito pada 26 Desember 1859. Kegiatan yang dilaksanakan hari Minggu…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Keluarga besar ASBADATA Barito Utara melaksanakan kegiatan bertema “Kearifan Lokal” dengan mengangkat sejarah peninggalan Kapal Onrust yang tenggelam di Sungai Barito pada 26 Desember 1859.
Kegiatan yang dilaksanakan hari Minggu 20 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya mengenal, menggali dan menjaga warisan sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan perjuangan masyarakat di wilayah Barito Utara.
Kapal Onrust merupakan salah satu tinggalan sejarah yang memiliki kaitan dengan perlawanan masyarakat Barito terhadap kolonial Belanda pada masa Perang Banjar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan sejarah mengenai latar belakang kedatangan Kapal Onrust ke wilayah Sungai Barito.
Pada akhir 1859, Belanda mengirim kapal tersebut menyusuri Sungai Barito menuju kawasan Teweh. Salah satu tujuan kedatangannya disebut berkaitan dengan upaya melakukan pendekatan kepada Tumenggung Surapati, dengan harapan Surapati bersedia membantu Belanda menangkap Pangeran Antasari.
Pemateri Erni Sulastri M. Masri menjelaskan, peristiwa penting terjadi pada 26 Desember 1859 ketika Tumenggung Surapati datang ke Kapal Onrust bersama sejumlah pengikut dan keluarganya di kawasan yang dalam sejumlah sumber disebut Lalutung Tuor atau Lontontour.
Pertemuan yang pada awalnya berlangsung dalam suasana seperti sebuah perundingan tersebut kemudian berubah menjadi peristiwa perlawanan. Dalam berbagai sumber sejarah terdapat sejumlah versi mengenai detail kejadian, sehingga rekonstruksi peristiwa perlu dilihat dengan membandingkan catatan kolonial, penelitian akademik serta tradisi sejarah masyarakat setempat.
Dalam salah satu rekonstruksi sejarah, para pejuang berhasil menguasai kapal setelah terjadi perkelahian dan kemudian mengambil sejumlah persenjataan.
Kapal Onrust selanjutnya tenggelam di Sungai Barito. Kajian arkeologi mengenai Perang Banjar di Hulu Sungai Barito juga mencatat keberadaan tinggalan Kapal Onrust beserta berbagai aspek sejarah yang menyertainya.
Keberadaan bangkai Kapal Onrust di kawasan Sungai Barito, khususnya wilayah Lalutung Tuor/Lontotuor, menjadikan peninggalan tersebut memiliki nilai penting bagi sejarah Barito Utara.
Tinggalan itu tidak hanya berkaitan dengan sebuah kapal milik Belanda, tetapi juga menjadi bagian dari jejak material perjuangan masyarakat lokal menghadapi kekuatan kolonial.
ASBADATA memandang peninggalan Kapal Onrust memiliki nilai strategis untuk terus dikenalkan kepada generasi muda, baik sebagai bukti sejarah perjuangan masyarakat Barito, peninggalan perjuangan Tumenggung Surapati dan para pejuang lokal, maupun sebagai tinggalan arkeologi bawah air yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi sejarah.
Kajian arkeologi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir bahkan membuka wacana pengembangan tinggalan Kapal Onrust sebagai bagian dari wisata sejarah, termasuk gagasan museum terbuka dan penggunaan replika kapal untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan ASBADATA diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Erni Sulastri M. Masri mengenai sejarah Kapal Onrust. Selanjutnya dilakukan pemakaian sumping oleh Ketua ASBADATA sekaligus membuka secara resmi kegiatan kunjungan dan pengenalan lebih mendalam terhadap sejarah peninggalan Kapal Onrust.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama Ketua dan keluarga besar ASBADATA. Suasana berlangsung penuh kekeluargaan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sejarah dan kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Barito Utara.
Melalui kegiatan tersebut, ASBADATA Barito Utara menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah agar tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.
Jejak Kapal Onrust dan perjuangan Tumenggung Surapati diharapkan dapat terus dipelajari, dirawat dan dikenalkan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan sejarah serta kearifan lokal Barito Utara.(Van)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.