Fakta Nasional

Bangun Posko Nasional Gempa di NTT, BNPB: Tampung dan Salurkan Bantuan Logistik ke Labuan Bajo dan Maumere

FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Posko Nasional penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (gempa NTT) berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tempat ini menampung dan menyalurkan bantuan logistik sepe…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 17 August 2026 📖 1 menit
Bangun Posko Nasional Gempa di NTT, BNPB: Tampung dan Salurkan Bantuan Logistik  ke Labuan Bajo dan Maumere
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Posko Nasional penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (gempa NTT) berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tempat ini menampung dan menyalurkan bantuan logistik seperti 50 ribu paket bantuan dari Presiden Prabowo Subianto ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

"Logistik dari posko utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto pada Senin (17/8/2026).

Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolir dilakukan BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal.

Pada jalur udara, disiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere seperti helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.

Sementara itu pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama didukung oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.

Suharyanto mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa. Sedangkan pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis.

Pemerintah daerah (pemda) melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang tanpa harus menunggu data rampung 100% agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.

"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi," ucapnya.

"Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat.” (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK