Fakta Nasional

Banjir Bandang Terjang Lombok Utara: Tiga Rumah Hanyut dan Tanggul Sepanjang 100 Meter Jebol

FAKTANASIONAL.NET – Warga Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikejutkan oleh terjangan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba pada Minggu (5/4/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Air bah berarus deras terseb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 08 April 2026 📖 2 menit
Banjir Bandang Terjang Lombok Utara: Tiga Rumah Hanyut dan Tanggul Sepanjang 100 Meter Jebol
/Dok. BPBD Lombok Utara

FAKTANASIONAL.NET – Warga Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikejutkan oleh terjangan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba pada Minggu (5/4/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WITA.

Air bah berarus deras tersebut meluap dari aliran sungai dan langsung menyapu permukiman di Desa Menggala serta Desa Pemenang Barat.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kecepatan dan kekuatan arus air dalam insiden ini membawa dampak kerusakan yang sangat signifikan bagi warga setempat.

Dampak Kerusakan dan Korban Terdampak

Sebanyak 212 jiwa dilaporkan terdampak langsung oleh bencana ini.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem: BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini

Fokus utama penanganan saat ini adalah kerusakan infrastruktur rumah tinggal dan fasilitas umum yang cukup parah:

  • 3 unit rumah warga hanyut tak bersisa tersapu kuatnya arus.

  • 63 unit rumah terendam dan mengalami kerusakan akibat hantaman material banjir.

  • Tanggul sungai sepanjang 100 meter jebol karena tidak mampu menahan lonjakan debit air yang ekstrem.

  • 1,6 hektare lahan pertanian produktif warga rusak tertutup material lumpur.

Hingga Senin (6/4/2026), BPBD Kabupaten Lombok Utara melaporkan bahwa meski air telah surut, tantangan besar masih dihadapi warga karena tebalnya material lumpur pekat dan puing-puing sisa banjir yang memenuhi bagian dalam rumah.

Peringatan BNPB Terkait Peralihan Musim

Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB menggarisbawahi bahwa peristiwa ini merupakan peringatan nyata di masa peralihan musim.

Hujan dengan intensitas lebat dalam durasi singkat kini menjadi ancaman serius, terutama bagi wilayah dengan topografi curam.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian cuaca ke depan, BNPB menekankan pentingnya mitigasi di tingkat masyarakat melalui imbauan resmi:

“Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi. Warga didorong untuk memahami rute evakuasi mandiri, menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen dan kebutuhan darurat, serta selalu mempedomani informasi peringatan dini cuaca dari BMKG dan arahan langsung dari petugas BPBD di lapangan,” tulis pernyataan resmi BNPB.

Saat ini, personel gabungan masih disiagakan di lokasi untuk membantu pembersihan lingkungan dan memastikan kebutuhan dasar warga yang rumahnya hanyut atau rusak dapat terpenuhi selama masa pemulihan darurat.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK