Fakta Nasional

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Jembrana, BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan Mandiri Masyarakat

FAKTANASIONAL.NET – Intensitas curah hujan yang tinggi kembali memicu bencana hidrometeorologi di Pulau Dewata. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 64 keluarga di Kabupaten Jembrana, Bali, terdampak banjir yang merendam…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 08 April 2026 📖 1 menit
Banjir Rendam Puluhan Rumah di Jembrana, BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan Mandiri Masyarakat
/Dok. BPBD Jembrana

FAKTANASIONAL.NET – Intensitas curah hujan yang tinggi kembali memicu bencana hidrometeorologi di Pulau Dewata.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 64 keluarga di Kabupaten Jembrana, Bali, terdampak banjir yang merendam pemukiman mereka pada Minggu (5/4).

Berdasarkan rekapitulasi data dari Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB dan BPBD setempat, luapan air melanda wilayah yang tersebar di dua kecamatan utama, yaitu Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana.

Sebaran Wilayah Terdampak

Luapan air tercatat merendam pemukiman warga di beberapa titik desa, antara lain:

  • Kecamatan Mendoyo: Desa Mendoyo Dauh Tukad, Desa Yehembang, Desa Pohsanten, dan Desa Delod Berawah (seluruhnya berada di kawasan Kelurahan Tegal Cangkring).

  • Kecamatan Jembrana: Desa Air Kuning.

Meskipun sempat memicu kepanikan, BPBD Kabupaten Jembrana mengonfirmasi bahwa banjir tersebut tidak berlangsung lama.

Genangan air dilaporkan telah berangsur surut pada hari yang sama, dan tim lapangan memastikan tidak ada warga yang perlu dievakuasi ke tenda darurat.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Menyikapi kondisi atmosfer saat ini, BNPB terus memperkuat peringatan dini bagi masyarakat.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk Senin (6/4), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih mengintai berbagai wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya.

Selain ancaman hidrometeorologi, BNPB juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di zona patahan lempeng untuk tetap waspada terhadap bahaya geologi, seperti gempa bumi dan erupsi gunung api yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Membangun Kesiapsiagaan Mandiri

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BNPB secara konsisten mendorong setiap rumah tangga untuk memiliki rencana kesiapsiagaan mandiri.

Rencana evakuasi yang terstruktur dan pemahaman terhadap jalur penyelamatan dinilai sebagai kunci utama dalam meminimalkan risiko fatalitas saat bencana terjadi.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan simulasi latihan evakuasi kebencanaan. Salah satu momentum penting untuk membangun kapasitas ini adalah melalui partisipasi aktif dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana yang diperingati setiap tanggal 26 April.

Melalui latihan yang konsisten, diharapkan masyarakat lebih sigap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK