Fakta Nasional

Bantargebang Siaga Ledakan: Emisi Metana Tembus 6,3 Ton/Jam, Petugas Pemadam Bergerak Cepat

FAKTANASIONAL.NET - Potensi bencana ekologis mengintai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Menanggapi tingginya emisi gas metana yang menembus angka 6,3 ton setiap jamnya, Tim Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Sekar Ayuning Kasih Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 05 October 2026 📖 1 menit
Bantargebang Siaga Ledakan: Emisi Metana Tembus 6,3 Ton/Jam, Petugas Pemadam Bergerak Cepat
Bantargebang Siaga Ledakan: Emisi Metana Tembus 6,3 Ton/Jam, Petugas Pemadam Bergerak Cepat/dok.instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Potensi bencana ekologis mengintai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Menanggapi tingginya emisi gas metana yang menembus angka 6,3 ton setiap jamnya, Tim Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gultarmat) bergerak cepat melakukan pendinginan ekstrem di titik-titik tumpukan sampah raksasa tersebut.

Suhu udara yang terik dipadukan dengan laju pembusukan materi organik secara masif mempercepat pelepasan gas metana—zat berbahaya yang amat mudah meledak. Penyiraman armada armada pemadam diterjunkan ke lokasi guna mengontrol temperatur permukaan dan menekan risiko percikan api.

Perwira Operasi Dinas Gultarmat menegaskan pentingnya langkah pendinginan ini sebagai upaya taktis menekan bahaya ledakan di kawasan pembuangan sampah.

"Gas metana memiliki sifat yang sangat mudah terbakar, terutama saat cuaca terik dan kondisi sampah kering. Penyiraman ini kami lakukan untuk menurunkan suhu di permukaan tumpukan sampah serta membasahi zona-zona kritis agar tidak terjadi akumulasi gas yang dapat memicu percikan api maupun ledakan," ujar Perwira Operasi Dinas Gultarmat di lokasi penanganan.

Di sisi lain, desakan untuk penataan lingkungan jangka panjang disuarakan oleh pegiat lingkungan. Perwakilan Aliansi Zero Waste Indonesia menilai langkah darurat semata tidak cukup untuk mengatasi ancaman permanen.

"Tingginya pelepasan emisi metana yang mencapai angka ton per jam ini bukan hanya berdampak pada pemanasan global, tetapi juga menciptakan potensi bahaya keselamatan fisik bagi pekerja dan warga sekitar. Penanganan darurat seperti penyiraman memang penting untuk mencegah kebakaran, namun tata kelola dan pemanfaatan gas metana secara berkelanjutan harus segera direalisasikan agar Bantargebang tidak menjadi sumber bencana ekologis berkelanjutan," tegas perwakilan Aliansi Zero Waste Indonesia.

Hingga saat ini, pemantauan suhu dan penyiraman rutin oleh tim pemadam kebakaran masih terus dilakukan di beberapa zona utama TPST Bantargebang demi memastikan situasi tetap terkendali dan aman dari ancaman kebakaran. sak

Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK