Fakta Nasional

Banyak Gak Tau! Ternyata Ini Sejarah Kelam Hantu Pocong

FAKTANASIONAL.NET - Siapa yang tidak mengenal pocong? Sosok mistis yang kerap menghiasi layar kaca ini ternyata menyimpan rekam jejak panjang yang berurat akar dalam tradisi pemakaman Islam di Nusantara. Mengutip rangkuman literatur sejarah dan berb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 22 May 2026 📖 1 menit
Banyak Gak Tau! Ternyata Ini Sejarah Kelam Hantu Pocong
Tiga remaja saat memberikan keterangan di Mapolres Sragen usai diamankan karena membuat konten "Pocong Jadi-jadian" untuk siaran langsung TikTok, Kamis (28/5/2026). Polisi memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk pembinaan./(Ilustrasi)

FAKTANASIONAL.NET - Siapa yang tidak mengenal pocong? Sosok mistis yang kerap menghiasi layar kaca ini ternyata menyimpan rekam jejak panjang yang berurat akar dalam tradisi pemakaman Islam di Nusantara.

Mengutip rangkuman literatur sejarah dan berbagai rujukan berita lokal, mitos menyeramkan ini lahir dari sebuah kepercayaan masyarakat bahwa arwah jenazah akan bergentayangan selama 40 hari penuh jika ikatan kain kafan pada area kepala, leher, maupun kaki lupa dilepaskan saat proses penguburan.

Arwah tersebut diyakini akan bangkit dari liang lahat semata-mata untuk meminta pertolongan kepada manusia yang masih hidup.

Secara etimologis, istilah "pocong" berhulu dari perbendaharaan bahasa Jawa untuk menyebut jenazah yang telah terbalut kain kafan. Melacak jejak masa lalunya, tradisi ini mulai tumbuh subur semenjak abad ke-13 seiring dengan kuatnya ekspansi ajaran Islam di Pulau Jawa.

Syariat mengharuskan pelepasan tali kafan di dalam pusara agar sang jenazah bisa menghadap kiblat secara sempurna.

Jika tahapan penting ini terlewat, muncul sebuah legenda urban yang mencekam; arwah yang terperangkap akan mendatangi pemukiman lalu mengetuk pintu rumah warga menggunakan kepalanya demi meminta kebebasan.

Kisah horor ini mencapai puncak popularitasnya pada dekade 1970 hingga 1980-an melalui berbagai cerita tutur masyarakat.

Kisah yang paling melegenda adalah kemunculan Pocong Sukowati di daerah Temanggung pada tahun 1973, disusul oleh rentetan teror mistis yang sempat menggegerkan warga Bandung di era yang sama.

Seiring bergulirnya peradaban, eksistensi hantu berbalut kain ini mengalami evolusi yang amat mencolok di kancah media modern. Sebelum era reformasi, karakter pocong lazimnya hanya mengambil peran figuran minor dalam literatur horor lokal.

Namun, tren ini berubah total semenjak tahun 2000-an. Karakter tersebut mulai mendominasi industri perfilman Indonesia, yang sekaligus sukses mengubah persepsi visual publik dari sekadar entitas pelompat pencari bantuan, menjadi ikon horor budaya pop arus utama yang terus bertahan dan ditakuti.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK