Fakta Nasional

Bawaslu Menilai Fenomena Kotak Kosong Harus Disikapi dengan Bijak

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) menilai fenomena kotak kosong menjadi problema yang harus dapat disikapi dengan bijak. Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono mengatakan, semua pihak harus menghormati ji…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 02 October 2024 📖 1 menit
Bawaslu Menilai Fenomena Kotak Kosong Harus Disikapi dengan Bijak
Ilustrasi kolom kotak kosong di kerta suara Pilkada Serentak 2024/net

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) menilai fenomena kotak kosong menjadi problema yang harus dapat disikapi dengan bijak.

Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono mengatakan, semua pihak harus menghormati jika masyarakat nantinya lebih memilih kotak kosong ketimbang peserta kontestasi Pilkada 2024.

"Kotak kosong adalah pilihan yang dipilih oleh pemilih sebagai bentuk tidak menghendaki calon peserta pemilihan sebagai pemimpin," kata Totok kepada wartawan, Selasa (01/10/2024).

Totok mengatakan memilih kotak kosong dan tidak memilih memiliki nilai yang berbeda, oleh karena itu masyarakat harus datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih walaupun itu pilihannya kotak kosong.

"Tidak memilih berbeda dengan memilih kotak kosong, tetap dihitung sedangkan yang tidak memilih dimasukkan ke dalam kategori golongan putih (golput), olah karena itu datang ke TPS dan lakukan pencoblosan," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, untuk mengawasi kontestasi atau pemilihan serentak di daerah masing-masing termasuk di daerah yang melawan kotak kosong.

"Kejahatan yang tertinggi dalam demokrasi yaitu mencuri suara, menjadi musuh bersama kita termasuk di daerah Jawa Timur yang melawan kotak kosong juga," pungkasnya.

Diketahui dalam Pilkada Serentak Tahun 2024, berdasarkan data KPU hingga tanggal 28 September 2024 ada 31 daerah dengan pasangan calon tunggal yang artinya akan melawan kotak kosong.[ald]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK