Bermain Air Berujung Petaka, Bocah 12 Tahun Hilang Terseret Ombak Besar di Pantai Yeh Gangga Bali
FAKTANASIONAL.NET — Upaya pencarian intensif tengah dilakukan oleh Basarnas Bali bersama tim SAR gabungan terhadap seorang bocah berusia 12 tahun bernama I Komang Sastra. Korban dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar saat sedang berenang di…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Upaya pencarian intensif tengah dilakukan oleh Basarnas Bali bersama tim SAR gabungan terhadap seorang bocah berusia 12 tahun bernama I Komang Sastra. Korban dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar saat sedang berenang di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali.
Hingga Jumat (29/5/2026), keberadaan bocah yang diketahui merupakan warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Tabanan tersebut masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa pihaknya baru menerima laporan resmi mengenai adanya orang terseret arus pada Kamis (28/5/2026) malam, sekitar pukul 20.15 Wita. Berdasarkan kronologi kejadian, korban awalnya datang ke pantai bersama seorang rekannya pada sore hari sekitar pukul 15.30 Wita untuk berenang.
Nahas, saat asyik bermain air di bibir pantai, hantaman ombak besar tiba-tiba datang dan langsung menggulung tubuh korban ke tengah laut. Rekan korban sebenarnya sempat melakukan aksi heroik demi menyelamatkan sahabatnya tersebut, namun alam berkata lain.
Baca Juga: Kemendikdasmen dan Basarnas Jajaki Ekstrakurikuler SAR untuk Guru dan Siswa
“Temannya sempat mencoba menarik korban, tetapi tidak berhasil karena arus cukup kuat,” ujar I Nyoman Sidakarya dalam keterangan resminya kepada media, Jumat (29/5/2026).
Setelah pegangan tangannya terlepas akibat kuatnya jeratan arus, rekan korban bergegas berenang kembali ke tepi pantai untuk menyelamatkan diri dan segera meminta bantuan dari warga sekitar serta pihak berwenang.
Operasi SAR Diperluas di Darat dan Laut
Merespons laporan tersebut, Basarnas Bali langsung bergerak cepat dengan menerjunkan empat personel tim rescue ke lokasi kejadian pada pukul 20.30 Wita. Tim SAR gabungan langsung memulai penyisiran darurat pada malam itu juga di tengah keterbatasan jarak pandang.
“Sekitar pukul 22.05 Wita, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran ke arah barat dari titik lokasi korban tenggelam sejauh kurang lebih 1,5 kilometer,” kata Sidakarya.
Penyisiran di sepanjang bibir pantai tersebut berlangsung hingga tengah malam pukul 23.35 Wita. Akibat nihilnya tanda-tanda keberadaan korban dan kondisi medan yang gelap, operasi SAR sempat dihentikan sementara demi keselamatan tim.
Memasuki hari kedua pencarian pada Jumat pagi, tim SAR gabungan kembali memulai operasi dengan skala yang lebih besar. Mengingat waktu yang terus berjalan, radius pencarian kini diperluas secara signifikan mencakup wilayah perairan laut maupun penyisiran darat.
“Hari kedua operasi SAR, kami memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan mengerahkan SRU (Search and Rescue Unit) laut dan darat,” pungkas Sidakarya.
Baca Juga: Dua Mahasiswi Unila yang Hanyut di Wira Garden Ditemukan Meninggal Dunia di Pulau Pasaran
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.