Bikin Konten "Pocong Jadi-jadian" Demi Live TikTok, Tiga Remaja di Sragen Diamankan Polisi
FAKTANASIONAL.NET – Demi mengejar popularitas dan pundi-pundi uang dari media sosial, tiga remaja di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, nekat membuat konten horor palsu yang meresahkan warga. Ketiganya langsung diamankan oleh jajaran Polres Sragen setel…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Demi mengejar popularitas dan pundi-pundi uang dari media sosial, tiga remaja di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, nekat membuat konten horor palsu yang meresahkan warga.
Ketiganya langsung diamankan oleh jajaran Polres Sragen setelah aksi siaran langsung (live) mereka di platform TikTok viral dan memicu keresahan masyarakat.
Ketiga pelajar yang diamankan tersebut semuanya masih berusia 17 tahun, masing-masing berinisial:
-
RA (17): Remaja yang bertindak sebagai pemeran pocong.
-
RG (17): Bertugas sebagai operator live TikTok.
-
JS (17): Rekan mereka yang ikut dalam rombongan.
Aksi "Pocong Jadi-jadian" ini dilancarkan di kawasan underpass rel kereta api Sragen Kota pada Kamis dini hari (28/5/2026).
Motif utama dari pembuatan konten ekstrem pada waktu sepertiga malam tersebut diketahui murni untuk mendongkrak popularitas serta monetisasi (mendapatkan keuntungan finansial) di akun media sosial mereka.
Baca Juga: Banyak Gak Tau! Ternyata Ini Sejarah Kelam Hantu Pocong
Kronologi Penangkapan: Berputar Kota Sambil Siaran Langsung
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan bahwa penangkapan bermula saat Tim Satintelkam Polres Sragen yang sedang berpatroli siber dan lapangan mengendus adanya aktivitas meresahkan tersebut. Petugas kemudian bergerak cepat dan mengamankan para pelaku di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, saat mereka sedang bersiap-siap.
Sebelum menuju lokasi utama, para pelaku ternyata sempat mengitari jalanan kota untuk menarik perhatian netizen di dunia maya.
"Mereka memulai siaran langsung sambil berboncengan motor keliling Kota Sragen melewati Stadion Taruna dan Alun-Alun Sasana Langen Putra," kata Kapolres Dewiana, dikutip dari RMOLJateng.
Kawasan underpass sengaja dipilih oleh ketiga remaja ini sebagai titik akhir perjalanan sekaligus lokasi puncak konten. Suasana underpass yang sepi dan gelap dinilai sangat cocok untuk memberikan efek horor yang dramatis guna memancing emosi dan jumlah penonton.
Siaran langsung pocong tersebut sempat ditonton oleh ratusan warganet sebelum akhirnya disergap dan dihentikan paksa oleh Tim Satintelkam Polres Sragen.
"Mereka dibawa ke Mapolres Sragen," tambah Kapolres.
Tidak Ada Motif Pidana, Polisi Panggil Orang Tua dan Sekolah
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif di Mapolres Sragen, pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur atau motif tindak pidana dari aksi tersebut. Ketiga remaja tersebut murni hanya ingin menghibur netizen sekaligus menaikkan angka interaksi (engagement) akun TikTok mereka.
Meski demikian, polisi tidak melepaskan mereka begitu saja. Langkah pembinaan tetap diambil agar kejadian serupa yang dapat membahayakan pengguna jalan atau memicu kepanikan tidak terulang kembali.
"Namun kami tetap memberi pembinaan tegas dengan memanggil pihak orang tua serta sekolah karena konten seperti ini sangat meresahkan masyarakat," pungkas AKBP Dewiana menegaskan akhir dari kasus tersebut.
Baca Juga: Fenomena Runtuhnya Legitimasi MBG di TikTok
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.