BNPB Pastikan Dukungan Penuh dalam Penanganan Insiden Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
SIDOARJO, FAKTANASIOAL.NET – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau langsung lokasi runtuhnya Mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Keha…
Dengarkan Ringkasan
SIDOARJO, FAKTANASIOAL.NET – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau langsung lokasi runtuhnya Mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kehadirannya merupakan mandat Presiden RI Prabowo Subianto yang sekaligus menyampaikan belasungkawa dan doa bagi keluarga korban.
“Presiden menitipkan salam duka bagi seluruh keluarga korban, semoga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Suharyanto saat berada di lokasi kejadian.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafii, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, dan kemudian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Rombongan meninjau kondisi gedung empat lantai yang roboh dan diduga disebabkan kegagalan konstruksi.
Operasi SAR Fokus Selamatkan Korban Hidup
Hingga siang ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 91 santri yang berdasarkan daftar absensi belum ditemukan.
Tantangan terbesar datang dari kondisi struktur bangunan yang tidak memungkinkan dibongkar menggunakan alat berat, karena dikhawatirkan masih ada korban yang hidup di bawah reruntuhan.
Strategi penyelamatan difokuskan dengan cara manual menggunakan peralatan ringan agar bisa membuka jalur dan mengirimkan suplai makanan serta oksigen kepada korban yang diduga selamat.
Prioritas utama tim adalah menyelamatkan korban hidup, baru kemudian mengevakuasi jenazah.
“Korban yang masih hidup harus jadi prioritas. Setelah itu, baru kita laksanakan evakuasi jenazah,” tegas Suharyanto.
Dukungan BNPB dan Pemerintah Pusat
Selain memantau jalannya evakuasi, Suharyanto juga berdialog dengan keluarga korban untuk menyerap aspirasi mereka. Ia memastikan pemerintah pusat melalui BNPB dan Basarnas akan memberikan dukungan penuh, dari fase pencarian hingga pemulihan.
BNPB telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, tenda, matras, selimut, tikar, hingga hygiene kit. Selain itu, BNPB juga menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk mendukung operasi SAR serta perbaikan sarana prasarana darurat.
Data Korban Terkini
Berdasarkan laporan per Rabu (1/10) pukul 11.00 WIB:
- ±91 orang masih tertimbun reruntuhan.
- ±100 orang telah dievakuasi, dengan rincian 3 orang meninggal dunia, puluhan mengalami luka berat maupun ringan.
- RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo: 39 pasien (5 luka berat, 32 luka ringan, 2 meninggal).
- RS Siti Hajar: 53 pasien (9 luka berat, 42 luka ringan, 1 dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto, 1 meninggal).
- RS Delta Surya: 6 pasien (5 luka berat, 1 luka ringan).
- RS Sheila Medika: 1 pasien (sudah pulang).
- RS Unair: 1 pasien rawat inap.
Untuk mendukung operasi, BPBD Jawa Timur dan BPBD Sidoarjo bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, Dinas PU SDA, Dinas Sosial, PMI, Baznas, Damkar, Tagana, dan relawan SAR. Sejumlah alat berat seperti tiga ekskavator dan mobil rescue juga diturunkan.
Dinas Sosial dan Baznas Sidoarjo menyiapkan dapur umum, sementara kebutuhan mendesak seperti tenda darurat, velbed, dan kasur lipat sudah mulai disalurkan ke lapangan.
“BNPB akan terus mengawal proses ini sampai tahap pemulihan. Kami mohon doa agar seluruh korban yang masih tertimbun dapat segera ditemukan,” tutup Suharyanto.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.