BNPB Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla Mengintai Puluhan Provinsi
FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat tren peningkatan kejadian alam berupa ancaman kekeringan dan karhutla di berbagai wilayah Indonesia hingga pertengahan tahun ini. Bencana kekeringan dilaporkan mulai melanda wilayah…
FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat tren peningkatan kejadian alam berupa ancaman kekeringan dan karhutla di berbagai wilayah Indonesia hingga pertengahan tahun ini.
Bencana kekeringan dilaporkan mulai melanda wilayah Desa Komus II Timur di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara.
Fenomena alam ini dipicu oleh rendahnya tingkat curah hujan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Kondisi tersebut menyebabkan menyusutnya debit sungai hingga mengeringnya sumur yang menjadi sumber air bersih utama bagi warga setempat.
Akibatnya sekitar 50 kepala keluarga di desa tersebut kini mengalami kesulitan untuk memperoleh akses air bersih harian.
Pihak penanggulangan bencana daerah setempat merespons krisis darurat ini dengan mendistribusikan 10.000 liter air bersih menggunakan armada truk tangki.
Di saat bersamaan ancaman kekeringan dan karhutla turut melanda kawasan Desa Gunung Manaon di Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatra Utara.
Kebakaran yang menghanguskan lima hektare lahan perkebunan tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan tanpa adanya laporan korban jiwa.
Peristiwa kebakaran semak belukar juga dilaporkan menjalar luas di tiga desa wilayah Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah.
Ketiga desa terdampak tersebut meliputi Desa Pundungrejo dan Watubonang di Kecamatan Tawangsari serta Desa Puron di Kecamatan Bulu.
Total luasan area lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai angka 3,5 hektare.
Petugas daerah berupaya memadamkan kobaran api menggunakan metode tradisional gepyok yang diiringi dengan pembuatan ilaran pencegah rambatan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi puluhan provinsi di Indonesia akan menghadapi curah hujan sangat rendah pada periode pertengahan Juli.
Pemerintah meminta masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari aktivitas yang memicu munculnya titik api di area rawan terbakar.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.