Cuaca Ekstrem Idulfitri: Jalur Logistik NTT Terputus, Ribuan Rumah Terendam Banjir
FAKTANASIONAL.NET – Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia selama momentum Idulfitri 1447 H kian meluas. Setelah sebelumnya dilaporkan melanda Jawa dan Maluku, kini wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi dampak serius akibat hujan intensitas tin…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET– Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia selama momentum Idulfitri 1447 H kian meluas.
Setelah sebelumnya dilaporkan melanda Jawa dan Maluku, kini wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi dampak serius akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Jumat hingga Senin dini hari (23/3/2026).
Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan akses transportasi lumpuh dan ribuan warga di 10 desa terisolasi.
Akses Vital Terputus dan Mobilitas Lumpuh
Kerusakan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam bencana kali ini. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa salah satu titik paling krusial yang lumpuh berada di Desa Masebewa.
"Salah satu titik terdampak paling signifikan berada di crossway Kali Lowo Regi, Desa Masebewa, yang mengalami kerusakan hingga menyebabkan akses jalan terputus," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Senin (23/3).
Putusnya jalur ini memaksa warga bertaruh nyawa demi mendapatkan kebutuhan pokok.
"Warga terpaksa menyeberangi arus banjir dengan berjalan kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang berisiko bagi keselamatan," tambahnya.
Data Dampak dan Kerusakan di NTT
Hingga Senin siang, BNPB mencatat dampak masif yang dialami warga, di antaranya:
-
Populasi Terdampak: 2.922 Kepala Keluarga atau sekitar 12.981 jiwa.
-
Kerugian Fisik: 2.922 unit rumah terendam (1 rusak berat, 3 rusak ringan).
-
Sektor Pertanian: 15 hektare lahan persawahan terendam banjir.
-
Infrastruktur: Pipa distribusi air bersih terputus dan empat titik jalan berlubang parah.
Selain banjir, tanah longsor juga menutup akses penghubung antara Desa Poma dan Desa Napugera di Kecamatan Tanawawo. Material longsor dan pohon tumbang saat ini masih dalam proses pembersihan oleh petugas di lapangan.
Status Siaga Darurat hingga Juni 2026
Provinsi NTT saat ini berada dalam masa Status Siaga Darurat Bencana berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 495/KEP/HK/2025.
Status ini telah berlaku sejak Desember tahun lalu dan direncanakan berakhir pada 8 Juni 2026.
Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam.
"Kami imbau masyarakat segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor," tegas Abdul Muhari.
Situasi di NTT menambah daftar panjang titik merah bencana selama periode Lebaran tahun ini, melengkapi laporan banjir di Mojokerto, Depok, dan Seram Bagian Barat yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.