Fakta Nasional

DBD vs Campak: Bedakan Bintik Merah untuk Penanganan Tepat

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Demam berdarah dengue (DBD) dan campak sama‑sama menimbulkan bintik merah di kulit, tetapi keduanya berbeda dari segi penyebab, pola, dan gejala lain. DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes, sedangkan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 19 June 2025 📖 1 menit
DBD vs Campak: Bedakan Bintik Merah untuk Penanganan Tepat
Ilustrasi Campak/(pixabay)

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Demam berdarah dengue (DBD) dan campak sama‑sama menimbulkan bintik merah di kulit, tetapi keduanya berbeda dari segi penyebab, pola, dan gejala lain.

DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes, sedangkan campak oleh virus morbili. Mengenali perbedaan visual bintik merah dapat mempercepat diagnosis dan penanganan sesuai protokol medis.

Bintik merah pada DBD umumnya muncul setelah demam tinggi selama 2–5 hari. Ciri khasnya adalah ruam makulopapular: bintik rata bercampur benjolan kecil, tidak bergabung, dan tersebar di dada, punggung, serta lengan.

Ruam kadang disertai perdarahan di bawah kulit (petekie) yang tampak seperti titik‑titik merah atau keunguan. Gejala pendamping meliputi nyeri otot, nyeri sendi, dan mual.

Pada campak, ruam muncul setelah gejala awal batuk, pilek, dan demam tinggi selama 3–5 hari. Ruam campak berupa bintik merah keunguan yang awalnya di belakang telinga, lalu menyebar ke wajah, tubuh, dan ekstremitas.

Bintik dapat bergabung membentuk plak besar. Ciri lainnya: bercak Koplik (bintik putih kecil) di dalam mulut sebelum ruam kulit muncul.

Memahami perbedaan ini penting agar pasien DBD segera menjalani terapi cairan dan pantauan trombosit, sedangkan penderita campak memerlukan isolasi dan vitamin A.

Konsultasi ke dokter gigi atau dokter umum dianjurkan jika ragu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK