Fakta Nasional

Di Tengah Tantangan Ekonomi, Bank Kalbar Tunjukkan Performa Positif

FaktaNasional.net, Kalbar – Di tengah ketidakpastian ekonomi, Bank Kalbar terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan positif di berbagai sektor. Pangsa pasar ( market share ) bank ini juga semakin meluas, sebagaimana diungkapka…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 11 March 2025 📖 4 menit
Di Tengah Tantangan Ekonomi, Bank Kalbar Tunjukkan Performa Positif
Gambar Kantor Cabang Utama Bank Kalbar yang terus menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi. Laba, kredit, serta dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2024. Foto: Bank Kalbar

FaktaNasional.net, Kalbar – Di tengah ketidakpastian ekonomi, Bank Kalbar terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan positif di berbagai sektor.

Pangsa pasar (market share) bank ini juga semakin meluas, sebagaimana diungkapkan dalam laporan Biro Riset Infobank bertajuk Kinerja Bank-bank Pembangunan Daerah (BPD) Tahun 2025.

Dalam laporan tersebut, pertumbuhan Bank Kalbar tercatat lebih cepat dibandingkan dengan perbankan lain di Kalimantan Barat.

Tidak hanya dari sisi kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Bank Kalbar juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan konsentrasi pembiayaan di sektor ini mencapai 39,11 persen, jauh di atas ketentuan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) Bank Indonesia sebesar 30 persen pada tahun 2024.

Selain laba yang meningkat, Bank Kalbar juga berhasil menjaga non-performing loan (NPL) tetap rendah, bahkan di bawah rata-rata nasional.

Capaian ini menunjukkan pengelolaan risiko yang baik serta strategi ekspansi yang lebih hati-hati (prudent).

Secara keseluruhan, kinerja keuangan Bank Kalbar melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), menjadikannya sebagai pencapaian terbaik dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Pertumbuhan yang Lebih Dominan di Kalimantan Barat

Laporan Biro Riset Infobank juga mencatat bahwa pada tahun 2024, Bank Kalbar berhasil meningkatkan laba, kredit, DPK, dan total aset.

Bank ini juga mencatat percepatan pertumbuhan yang lebih dominan dibandingkan dengan bank-bank lain di Kalimantan Barat.

Rasio keuangan seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), serta NPL berada dalam kondisi yang sehat dan di atas rata-rata industri perbankan nasional.

“Kinerja Bank Kalbar selama dua tahun terakhir lebih lincah dan efisien. Kualitas aset tetap terjaga dengan baik,” ujar Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Institute, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/2).

Eko juga mencatat bahwa NPL Bank Kalbar tetap terjaga dengan baik, dengan posisi NPL net sebesar 0,66 persen—lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,75 persen dan rata-rata BPD se-Indonesia sebesar 0,88 persen.

“Ini menunjukkan risk management yang baik dengan ekspansi yang lebih prudent. Itulah sumber utama perolehan laba Bank Kalbar,” tambahnya.

Dalam hal penghimpunan dana masyarakat, Bank Kalbar mencatat kenaikan pangsa pasar menjadi 25,15 persen pada 2024, naik dari 24,47 persen di tahun sebelumnya.

Peran intermediasi bank ini juga semakin kuat, dengan kredit yang diberikan pada 2024 mencapai Rp76,13 triliun dan meraih pangsa pasar sebesar 22,15 persen, meningkat dari 21,52 persen di tahun sebelumnya.

Eko menilai peningkatan pangsa pasar ini patut diapresiasi, mengingat tantangan ekonomi pada 2024, seperti penurunan daya beli masyarakat dan ketatnya likuiditas di pasar.

“Pencapaian ini tidak mudah, mengingat kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, ketatnya likuiditas, serta daya beli masyarakat yang menurun,” ungkapnya.

Laba Meningkat, DPK Tumbuh Signifikan

Laporan keuangan Bank Kalbar yang dianalisis oleh Biro Riset Infobank menunjukkan pertumbuhan yang sehat di berbagai aspek.

Selain peningkatan laba, bank ini juga berhasil melampaui target yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada tahun 2024, Bank Kalbar mencatatkan laba sebesar Rp485,797 miliar, naik 6,6 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp455,447 miliar.

Pencapaian ini juga melampaui target yang ditetapkan dalam RBB sebesar Rp478,358 miliar. Laba tersebut sebagian besar bersumber dari pendapatan bunga, dengan net interest margin (NIM) yang tetap terjaga di angka 6,44 persen, lebih tinggi dibandingkan target 6,24 persen dan rata-rata nasional sebesar 4,72 persen.

Di sisi DPK, Bank Kalbar mencatat pertumbuhan sebesar 7,26 persen menjadi Rp20,35 triliun pada 2024. Angka ini juga melampaui target dalam RBB dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata DPK nasional yang hanya 3,06 persen.

Namun, Eko menyarankan agar Bank Kalbar meningkatkan perolehan giro, meskipun ia mengakui bahwa menjelang akhir tahun, banyak BPD di Indonesia mengalami penurunan posisi giro sebagai bagian dari tren industri.

“Secara keseluruhan, di tengah ketatnya likuiditas pasar, peningkatan DPK ini merupakan prestasi tersendiri. Apalagi pertumbuhan DPK nasional hanya 4,48 persen dan 3,06 persen,” kata Eko.

Peningkatan Kredit dan Aset Total

Bank Kalbar juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 8,22 persen menjadi Rp16,86 triliun pada tahun 2024, lebih tinggi dibandingkan rata-rata BPD se-Indonesia yang hanya 6,49 persen.

Porsi kredit UMKM juga mencapai 39,11 persen, jauh di atas ketentuan RPIM Bank Indonesia sebesar 30 persen.

Selain itu, total aset Bank Kalbar meningkat menjadi Rp25,78 triliun, tumbuh 5,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan aset BPD se-Indonesia yang hanya 3,7 persen.

Bank Kalbar juga mencatat rasio keuangan yang sehat, dengan ROA sebesar 2,7 persen dan ROE sebesar 12,37 persen.

Dari sisi likuiditas, posisi loan to deposit ratio (LDR) berada di angka 82,85 persen, sementara modalnya semakin kuat dengan CAR mencapai 36,12 persen.

“Kinerja Bank Kalbar tergolong luar biasa. Bank ini tidak hanya mampu meningkatkan pertumbuhan dan menjaga rasio keuangan tetap sehat, tetapi juga semakin berperan dalam perekonomian Kalimantan Barat, sebagaimana terlihat dari peningkatan pangsa pasar kredit, dana, dan asetnya,” pungkas Eko.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK