Diabetes Tipe 5 Sering Terabaikan pada Remaja dan Dewasa Muda
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Diabetes tipe 5 adalah varian baru dalam klasifikasi diabetes yang terkait erat dengan malnutrisi atau kekurangan gizi kronis. Meskipun belum mendapat nama resmi secara luas, kondisi ini sebenarnya sudah dikenali sejak…
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Diabetes tipe 5 adalah varian baru dalam klasifikasi diabetes yang terkait erat dengan malnutrisi atau kekurangan gizi kronis.
Meskipun belum mendapat nama resmi secara luas, kondisi ini sebenarnya sudah dikenali sejak lama di dunia medis.
Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang diakibatkan autoimun atau tipe 2 yang muncul dari resistensi insulin, diabetes tipe 5 justru berawal dari kerusakan fungsi pankreas akibat defisiensi nutrisi jangka panjang.
Kelompok usia yang paling rentan terkena diabetes tipe 5 adalah remaja dan dewasa muda, terutama mereka yang tumbuh dengan berat badan kurang dan riwayat malnutrisi.
Di Indonesia, di mana tantangan akses pangan bergizi dan sanitasi masih menjadi kendala, risiko munculnya diabetes tipe 5 seakan menjadi bayangan panjang di balik masalah gizi buruk yang sering dianggap “hanya” soal berat badan.
Malnutrition-related diabetes atau diabetes tipe 5 terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin memadai akibat suplai energi dan protein yang rendah. Beberapa faktor risiko utama meliputi:
Kekurangan Gizi Energi dan Protein: Asupan kalori dan protein yang tidak mencukupi selama masa pertumbuhan mengganggu pembentukan sel β pankreas.
Lingkungan Sosial dan Ekonomi: Akses terbatas pada pangan bergizi, sanitasi buruk, serta infeksi berulang pada saluran pencernaan memperparah kondisi malnutrisi.
Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan gangguan produksi insulin atau mutasi gen tertentu dapat meningkatkan kerentanan pada diabetes tipe 5.
Gejala diabetes tipe 5 seringkali mirip dengan tipe lain, namun pada penderita malnutrisi akan tampak: berat badan rendah meski nafsu makan meningkat, kelelahan berkepanjangan, luka sulit sembuh, serta sering haus dan buang air kecil. Diagnosis ditegakkan melalui:
Tes Gula Darah Puasa & HbA1c – Menilai kadar gula jangka pendek dan panjang.
Penilaian Status Gizi – Mengukur indeks massa tubuh, lingkar lengan atas, dan kadar protein darah.
Pemeriksaan Fungsi Pankreas – Mengevaluasi kapasitas sekresi insulin.
Penanganan meliputi pemberian obat antidiabetes (untuk merangsang produksi insulin), terapi insulin jika diperlukan, dan—yang terpenting—perbaikan status gizi.
Nutrisi tinggi protein dan kalori diberikan secara bertahap di bawah pengawasan dokter guna mencegah komplikasi seperti refeeding syndrome.
Dengan semakin dikenalnya diabetes tipe 5, edukasi tentang pentingnya asupan gizi optimal sejak dini menjadi kunci pencegahan.
Bagi remaja atau dewasa muda yang mengalami gejala khas dan memiliki riwayat malnutrisi, segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk skrining gizi dan pemeriksaan lebih lanjut.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.