Fakta Nasional

Diduga Jadi Markas Judi Daring, DPR Minta Pengusutan Tuntas Rumah Dinas KPAD Cijantung

FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah meminta pimpinan TNI menginvestigasi secara menyeluruh dugaan pemanfaatan fasilitas perumahan militer di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, sebagai pusat…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Sekar Ayuning Kasih Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 October 2026 📖 1 menit
Diduga Jadi Markas Judi Daring, DPR Minta Pengusutan Tuntas Rumah Dinas KPAD Cijantung
Diduga Jadi Markas Judi Daring, DPR Minta Pengusutan Tuntas Rumah Dinas KPAD Cijantung/dok.finnews
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah meminta pimpinan TNI menginvestigasi secara menyeluruh dugaan pemanfaatan fasilitas perumahan militer di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, sebagai pusat operasional perjudian daring. Imbauan ini ia sampaikan melalui pernyataan tertulis pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kasus ini mencuat usai penggerebekan pada Minggu, 4 Oktober 2026, di lokasi yang ditengarai disewakan oleh oknum prajurit aktif kepada sindikat judi online. Taufiq menggarisbawahi pentingnya pembenahan kontrol internal agar aset pertahanan negara tidak dijadikan sarana tindak kejahatan.

"Kami meminta TNI melakukan pengusutan secara tuntas dan menyeluruh terhadap dugaan adanya markas judol di KPAD Cijantung," kata Taufiq R. Abdullah. Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh mengenai mekanisme pengawasan, "Harus dipastikan siapa yang menggunakan, siapa yang memberi akses, dan bagaimana aktivitas itu bisa berlangsung di kompleks TNI."

Legislator tersebut menegaskan bahwa pengalihan fungsi rumah dinas untuk kegiatan melanggar hukum adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang serius. Ia mendorong dilakukannya pemeriksaan berkala terhadap hunian prajurit di berbagai daerah demi menjaga ketertiban fasilitas milik negara.

"Ini harus dijadikan momentum bagi pimpinan TNI untuk melakukan perbaikan manajerial. Pengelolaan rumah dinas, pengawasan lingkungan, dan mekanisme penindakan harus berjalan tertib serta akuntabel," lanjutnya.

Merespons kabar tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan jajarannya siap mengambil tindakan keras terhadap setiap anggota yang terlibat. Komitmen tersebut ia sampaikan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu, 7 Oktober 2026.

"Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat," tegas Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.(sak)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK