Fakta Nasional

Dinas KPKP DKI Jakarta Pastikan Pasokan Pangan dan Produksi Pertanian Aman Selama Kemarau

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memastikan bahwa gelombang musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini belum memberi dampak signifikan terhadap sektor perikanan, p…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 05 August 2026 📖 2 menit
Dinas KPKP DKI Jakarta Pastikan Pasokan Pangan dan Produksi Pertanian Aman Selama Kemarau
Dinas KPKP DKI Jakarta mengandalkan pemanfaatan air waduk, pompa sumur dalam, dan mitigasi sektoral untuk menjaga stabilitas pangan di tengah musim kemarau./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memastikan bahwa gelombang musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini belum memberi dampak signifikan terhadap sektor perikanan, pertanian, maupun ketersediaan pangan warga ibu kota.

Kendati kondisi masih terkendali, langkah strategis dan mitigasi teknis terus digencarkan untuk menekan potensi risiko dampaknya.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di seluruh lini produksi dan distribusi.

“Musim kemarau memang menjadi tantangan tersendiri, namun kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar dampaknya dapat diminimalkan. Kami terus memastikan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan di Jakarta tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Optimalisasi Pertanian dan Budidaya Perikanan

Guna menjamin keberlanjutan sektor pertanian, Dinas KPKP saat ini mengelola 14 lokasi kebun bibit seluas 81,4 hektare yang memproduksi rata-rata 74 ribu bibit tanaman produktif per tahun, mulai dari buah-buahan, sayuran, padi, hingga anggrek.

Pengairan di fasilitas ini disokong penuh oleh air waduk serta pompa sumur dalam.

Uniknya, kondisi kering justru membawa dampak positif bagi areal persawahan seluas 220 hektare di Jakarta Utara.

“Sementara itu, lahan sawah yang berada di wilayah Jakarta Utara dengan luas sekitar 220 hektare justru umumnya menghasilkan produksi lebih tinggi pada musim kemarau karena intensitas hujan yang rendah mendukung proses budidaya,” ujarnya.

Baca Juga: 13 Ribu Titik SPPG Akan Dibuka Sepanjang 2026, Kemenko Pangan: Prioritas Wilayah Pevalensi Stunting Tinggi

Sektor perikanan menjadi area yang memerlukan perhatian ekstra. Empat Balai Benih Ikan (BBI) dengan 303 kolam diproyeksikan mengalami penurunan produksi benih dari kondisi normal 410.000–450.000 ekor per bulan menjadi sekitar 380 ribu ekor per bulan akibat menyusutnya pasokan air sungai dan air tanah.

Untuk menjaga kualitas benih, dinas melakukan pemantauan parameter air (suhu, pH, DO, dan amonia) secara berkala, mengurangi kepadatan tebar, menyesuaikan waktu pemberian pakan berkualitas pada pagi/sore hari, serta menerapkan langkah teknis penunjang lainnya.

“Kami juga melakukan pengendalian hama dan penyakit melalui biosecurity, pengurangan endapan lumpur sebelum musim kemarau, serta penyediaan peneduh pada kolam,” katanya.

Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Strategis

Di tingkat konsumen, ketersediaan komoditas pangan pokok dilaporkan berada pada batas aman. Pantauan harga menunjukkan adanya dinamika wajar, seperti kenaikan harga telur ayam (3,1%) dan daging ayam (1,14%).

Di sisi lain, melimpahnya pasokan dari daerah penghasil membuat kelompok komoditas hortikultura justru mengalami penurunan harga, seperti bawang merah (turun 3,8%), cabai rawit merah (turun 3,04%), cabai merah keriting (turun 1,71%), serta cabai merah TW (turun 1,91%).

Melihat kondisi pasar yang tetap kondusif di tengah pasokan cabai dan bawang yang memadai, Hasudungan optimistis kebutuhan pangan Jakarta akan terus terpenuhi tanpa memicu gejolak tinggi.

“Secara umum pasokan pangan, terutama pangan strategis, masih aman dan relatif stabil. Kami terus melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan gejolak harga dapat dikendalikan,” tandasnya.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Muara Tebo Panen Hasil Pembinaan Kemandirian Bidang Peternakan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK