Dinkes Daerah Gelar Skrining Medis Calon Jemaah Haji, Kepastian Istitha'ah Kebugaran Fisik Diprioritaskan
FAKTANASIONAL.NET — Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten dan kota di berbagai wilayah resmi membuka tahapan pemeriksaan kesehatan awal bagi para calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada musim haji mendatang. Pemeriksaan kesehatan terpadu ini…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten dan kota di berbagai wilayah resmi membuka tahapan pemeriksaan kesehatan awal bagi para calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada musim haji mendatang. Pemeriksaan kesehatan terpadu ini diselenggarakan untuk menilai pemenuhan syarat kelaikan fisik (istitha'ah) jemaah sebelum melangkah ke proses pelunasan biaya ibadah haji.
Penyelenggaraan skrining kesehatan di tingkat puskesmas dan rumah sakit daerah tersebut dikonfirmasi oleh dinas kesehatan setempat pada Kamis (1/10/2026). Langkah ini menjadi saringan awal yang krusial untuk memetakan tingkat kebugaran serta mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan para jemaah sejak jauh hari.
Evaluasi Medis Komprehensif dan Pendampingan PTM
Tahapan pemeriksaan awal melibatkan serangkaian tes kesehatan secara komprehensif, mencakup uji laboratorium lengkap, rekam jantung (EKG), penanganan fungsi organ tubuh, hingga konsultasi kesehatan jiwa.
Tim medis memberikan atensi lebih bagi calon jemaah kategori lanjut usia (lansia) serta jemaah yang memiliki riwayat penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan jantung.
"Penilaian status istitha'ah kesehatan diajukan lebih awal agar para jemaah yang memerlukan perhatian khusus dapat memperoleh pendampingan medis serta penanganan terintegrasi sebelum jadwal keberangkatan," papar perwakilan Dinas Kesehatan di lokasi pemeriksaan.
Program Pembinaan Fisik dan Pengawasan Rutin
Bagi calon jemaah yang teridentifikasi memiliki masalah kesehatan skala ringan hingga sedang, pihak Dinkes memfasilitasi program pembinaan kebugaran fisik secara berkala. Inisiatif ini meliputi panduan latihan fisik terstruktur, edukasi pola makan seimbang, serta pemantauan konsumsi obat secara disiplin.
Melalui langkah antisipasi ini, risiko kedaruratan medis di Tanah Suci diharapkan dapat ditekan serendah mungkin, sehingga para calon jemaah haji dapat menunaikan seluruh ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (sak)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.