Dipicu Aktivitas Subduksi, Gempa M 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman
FAKTANASIONAL.NET – Wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 pada Sabtu (20/6) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa yang b…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 pada Sabtu (20/6) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa yang berpusat di laut tersebut tidak memiliki potensi untuk menimbulkan tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 10.25 WIB. Berdasarkan hasil analisis kedalaman, lindu kali ini masuk dalam kategori gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas lempeng tektonik.
"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi," kata Suaidi dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6).
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M 7,7 di Laut Sulawesi
Data teknis dari BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 99,81 derajat Bujur Timur (BT). Pusat gempa tersebut tepatnya berada di laut, berjarak sekitar 79 kilometer arah barat daya Pariaman, dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) mencapai 23 kilometer.
Getaran Dirasakan Nyata di Dalam Rumah
Guncangan gempa ini dilaporkan terasa cukup kuat di wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).
Pada tingkat skala ini, getaran gempa umumnya dapat dirasakan oleh banyak orang yang sedang berada di dalam ruangan.
"Getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," ujar Suaidi menggambarkan dampak guncangan.
Hingga Sabtu siang, pihak BMKG menegaskan belum ada laporan yang masuk mengenai dampak kerusakan pada bangunan rumah warga maupun fasilitas publik di kedua wilayah terdampak. Selaras dengan itu, hasil pemantauan terhitung hingga pukul 10.45 WIB juga belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa susulan.
"Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktifitas gempabumi susulan (aftershock). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," tambah Suaidi.
Guna mengantisipasi kepanikan, BMKG mengimbau seluruh masyarakat di sekitar pesisir Sumatera Barat untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Warga juga diingatkan agar tidak mudah memercayai kabar bohong (hoaks) yang beredar di media sosial dan selalu merujuk pada informasi terkini lewat kanal digital resmi milik BMKG yang sudah terverifikasi.
Baca Juga: BMKG: Waspada Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering di Sebagian Besar Indonesia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.