Fakta Nasional

DPRD Kota Bogor Soroti Anomali Investasi: Nilai Naik, Tapi Serapan Tenaga Kerja Masih Minim

FAKTANASIONAL.NET, BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor memberikan catatan kritis terhadap korelasi antara tingginya angka investasi dengan ketersediaan lapangan kerja di Kota Hujan. Meski tren investasi menunjukkan grafik positif, fakta di lapangan me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 20 February 2026 📖 2 menit
DPRD Kota Bogor Soroti Anomali Investasi: Nilai Naik, Tapi Serapan Tenaga Kerja Masih Minim
Komisi IV DPRD Kota Bogor melaksanakan rapat kerja bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor. (Dok. Humas DPRP Kota Bogor)
) -->

FAKTANASIONAL.NET, BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor memberikan catatan kritis terhadap korelasi antara tingginya angka investasi dengan ketersediaan lapangan kerja di Kota Hujan.

Meski tren investasi menunjukkan grafik positif, fakta di lapangan menunjukkan penyerapan tenaga kerja lokal belum berjalan optimal.

Isu krusial ini mencuat dalam Rapat Kerja pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 antara Komisi IV dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor, Kamis (19/2/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya sekadar mengejar angka investasi tanpa memastikan dampaknya bagi warga Bogor.

Baca Juga: Bernilai Investasi Rp123 Triliun, Yuk Intip Fasilitas dan Kemampuan yang Dimiliki RDMP Balikpapan

“Kami juga membahas regulasi apa yang bisa diambil untuk mendorong penyerapan tenaga kerja. Investasi naik, tapi tenaga kerja belum terserap maksimal,” tegas Fajar.

Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan regulasi yang lebih detail agar pertumbuhan ekonomi linear dengan pengurangan angka pengangguran.

“Kolaborasi antar dinas penting untuk mencari solusi. Jika diperlukan, regulasi yang lebih detail akan kita dorong,” tambahnya.

Selain masalah ketenagakerjaan, DPRD juga menyoroti manajemen data UMKM. Saat ini, tercatat ada sekitar 72.000 pelaku usaha di Kota Bogor yang terdaftar dalam sistem Online Single Submission (OSS) melalui aplikasi SOLUSI.

Anggota Komisi IV, Drh. H. Tri Kisowo Jumino, menekankan pentingnya transparansi data tersebut agar fungsi pengawasan DPRD dalam mendorong UMKM "naik kelas" bisa berjalan efektif.

“Kami meminta akses terbatas, hanya untuk melihat data. Ini penting agar UMKM bisa didorong naik kelas. Mudah-mudahan data yang kami minta segera dilengkapi oleh dinas,” ujar Tri.

Di sisi lain, Komisi IV juga memberikan peringatan dini terkait kenaikan harga komoditas pangan, khususnya daging, yang berpotensi memicu inflasi tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Fajar Muhamad Nur meminta Dinkukmdagin segera menyiapkan langkah mitigasi agar daya beli masyarakat tidak tergerus.

“Kami butuh informasi terkait langkah penanggulangan dari dinas. Apalagi menjelang Lebaran, jangan sampai kenaikan harga membebani masyarakat karena daya beli menurun,” pungkas Fajar.

Baca Juga: UMKM Pertamina Gebrak INACRAFT 2026: Raup Rp1,9 Miliar di Hari Pertama


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK