Fakta Nasional

Dubes Rusia Bertemu Hasto: Beri Buku tentang Pengalaman di Penjara

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Pertemuan antara Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memiliki makna khusus terkait pengalaman dipenjara. Sergei pun menyerahkan buku kepada Hasto, yaitu tentang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 08 May 2026 📖 1 menit
Dubes Rusia Bertemu Hasto: Beri Buku tentang Pengalaman di Penjara
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Pertemuan antara Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memiliki makna khusus terkait pengalaman dipenjara.

Sergei pun menyerahkan buku kepada Hasto, yaitu tentang pengalamannya di penjara oleh Amerika Serikat, yang dituliskan oleh seorang perempuan Rusia Maria Butina berjudul #Prison Diary.

Buku itu diserahkan di sela-sela kunjungan Dubes Rusia ke kediaman Presiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Substansi utama buku #Prison Diary karya Maria Butina mengenai pengalaman pribadinya selama ditahan sepuluh bulan di Amerika Serikat, setelah dituduh menjadi agen asing Rusia tanpa registrasi resmi.

Dubes Tolchenov menyerahkan kado spesial itu kepada Hasto setelah bertukar cinderamata dengan Megawati.

"Hidup anda sebagai politisi penuh dinamika dan perjuangan menghadapi tantangan, maka saya berikan buku ini tentang perjuangan Maria Butina di penjara Amerika Serikat," kata Dubes Tolchenov saat menyerahkan buku tersebut.

Hasto menyambut pemberian buku itu dan berjanji akan mengirimkan buku disertasi tentang pemikiran geopolitik Bung Karno lengkap dengan konstruksi teori Progressive Geopolitical Coexistance.

Maria Butina merilis buku tentang pengalamannya berada di penjara Amerika pada akhir 2020 lalu. Isi buku itu mencakup catatan kehidupan saat di penjara, pembelaan diri dan narasi “korban politik", Butina menggambarkan kasusnya sebagai bagian dari histeria politik anti-Rusia pasca pemilu AS 2016.

Pada kesempatan tersebut, Hasto pun menceritakan pengalamannya di penjara. “Hidup saya di penjara sangat produktif. Saya bisa menuliskan enam buku," ujarnya penuh semangat.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK