Fakta Nasional

Dulu Dukung Prabowo Sekarang Dibikin Nelongso, Begini Nasib Nelayan Tegal!

FAKTANASIONAL.NET - Ratusan kapal penangkap ikan di perairan Kota Tegal kini hanya bisa bersandar lesu. Tingginya beban operasional memaksa armada ini berhenti beroperasi. Namun, di tengah kondisi pesisir yang tercekik, muncul kabar ironis yang memb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 16 May 2026 📖 1 menit
Dulu Dukung Prabowo Sekarang Dibikin Nelongso, Begini Nasib Nelayan Tegal!
Dulu Dukung Prabowo Sekarang Dibikin Nelongso, Begini Nasib Nelayan Tegal!/(foto: Ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Ratusan kapal penangkap ikan di perairan Kota Tegal kini hanya bisa bersandar lesu. Tingginya beban operasional memaksa armada ini berhenti beroperasi.

Namun, di tengah kondisi pesisir yang tercekik, muncul kabar ironis yang membuat mereka heran. Alih-alih memperhatikan nasib para nelayan yang sedang merana, pemerintah pusat justru berencana meluncurkan 1.582 unit kapal baru tersebut ke laut nusantara.

Kebijakan ini sontak memicu tanda tanya besar. Tambari Gustam, salah satu pengusaha kapal lokal Tegal, meluapkan kekecewaannya. Ia mempertanyakan logika di balik rencana penambahan armada baru tersebut.

"Di sini saja kapal sudah tumpah ruah dan menganggur. Buat apa pemerintah menambah 1.582 kapal lagi? Jika diteruskan, bagaimana sistem lelang dan ukuran GT-nya nanti? Apakah di atas atau di bawah 30 GT? Nasib pengusaha lokal mau dikemanakan?" ungkap Tambari, dikutip dari detiknasional, Sabtu (16/5/2026).

Akar utama kelumpuhan sektor perikanan ini adalah meroketnya harga Solar Industri yang menyentuh angka Rp 30.550 per liter. Nominal fantastis ini membuat nelayan mustahil menutupi modal pelayaran dari hasil tangkapan.

Demi dapur tetap mengepul, nelayan Tegal nekat beralih ke "solar cong"—minyak olahan warga lokal—meski sadar betul cairan oplosan tersebut bisa menghancurkan mesin kapal perlahan-lahan.

Tak hanya urusan perut dan bahan bakar, Tambari juga menyoroti rumitnya birokrasi perizinan serta ketatnya pembatasan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Rentetan aturan ini semakin mematikan langkah nelayan untuk melaut.

Kini, harapan terakhir nelayan Tegal tertuju langsung pada Istana. Tambari mewakili jeritan masyarakat pesisir memohon agar Mantan Presiden Joko Widodo serta Presiden Terpilih Prabowo Subianto turun tangan menyelamatkan nasib mereka.

Ia mengingatkan loyalitas nelayan yang memberikan suara penuh bagi Prabowo-Gibran dan Ahmad Luthfi di pemilu lalu. Mereka menuntut pemerintah berbalik hadir membela rakyat.

Jeritan ini diamini nelayan lain yang menegaskan keengganan melaut selama harga solar stagnan di angka Rp 30.550 per liter karena kerugian sudah di depan mata.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK