Fakta Nasional

Gagal ke Piala Dunia 2026 akibat Ditolak Masuk AS, Wasit Somalia Disambut Bak Pahlawan

FAKTANASIONAL.NET — Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, mendapat sambutan luar biasa setibanya kembali di tanah airnya. Ribuan warga serta pejabat tinggi negara menyambut hangat kedatangan Artan setelah ia gagal menuntaskan mimpinya bertugas…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 11 June 2026 📖 2 menit
Gagal ke Piala Dunia 2026 akibat Ditolak Masuk AS, Wasit Somalia Disambut Bak Pahlawan
Kehadiran massa tersebut sebagai bentuk solidaritas setelah Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk memimpin laga Piala Dunia 2026./Dok. Sportnet

FAKTANASIONAL.NET — Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, mendapat sambutan luar biasa setibanya kembali di tanah airnya.

Ribuan warga serta pejabat tinggi negara menyambut hangat kedatangan Artan setelah ia gagal menuntaskan mimpinya bertugas di Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat (AS).

Artan tiba di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada Rabu (10/6/2026). Padahal, wasit berusia 34 tahun tersebut semula dijadwalkan mencetak sejarah besar sebagai pengadil lapangan pertama dari Somalia yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia.

Langkah Artan terhenti saat dirinya mendarat di Bandara Internasional Miami, Sabtu (6/6/2026). Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menolak izin masuknya.

Pemerintah AS di bawah administrasi Presiden Donald Trump berdalih bahwa penolakan tersebut didasarkan atas dugaan keterkaitan Artan dengan anggota organisasi yang dicurigai sebagai jaringan teroris.

Pihak Gedung Putih menegaskan tidak akan menoleransi potensi ancaman keamanan apa pun menjelang pembukaan turnamen akbar tersebut.

Baca Juga: Sejarah Baru Dimulai! Piala Dunia 2026 Siap Digelar di Tiga Negara, Ini Jadwal Lengkapnya

Menerima Keputusan dengan Lapang Dada

Meski kehilangan kesempatan emas di panggung sepak bola tertinggi, peraih gelar Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 versi CAF ini memilih merespons kejadian tersebut dengan ketenangan dan sikap legowo.

"Apa yang terjadi sudah terjadi dan itu adalah takdir. Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan FIFA kepada saya," ujar Artan di hadapan awak media di Mogadishu.

Artan juga memanfaatkan momentum kepulangannya untuk membakar semangat generasi muda di negaranya agar tidak mudah putus asa akibat hambatan politik internasional.

"Somalia adalah milik kita, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Saya ingin mengatakan kepada anak-anak muda agar tidak kehilangan harapan terhadap negara kita. Saya sekarang berada di negara saya dan tidak ada tempat lain yang ingin saya tinggali," tegasnya.

Solidaritas Publik dan Dukungan Diplomatik

Aksi solidaritas spontan segera meluas di Mogadishu. Ribuan warga memadati salah satu stadion setempat untuk memberikan penghormatan langsung kepada Artan yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam sebuah pertandingan lokal.

Berbagai tokoh dunia, termasuk Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre, turut menyampaikan simpati mendalam mereka secara terbuka.

"Dia telah memenangkan hati jutaan orang dan mengamankan tempatnya dalam sejarah. Impian mungkin tertunda, tetapi tidak pernah terkalahkan," tulis PM Hamza Abdi Barre melalui akun media sosial resminya.

Kasus penolakan ini juga memicu sorotan tajam terhadap kebijakan pembatasan perjalanan (travel ban) ketat yang diterapkan AS terhadap 12 negara, termasuk Somalia.

Kementerian Luar Negeri Somalia menyatakan penyesalan mendalam atas insiden ini.

Pihak kementerian mengungkapkan bahwa berbagai upaya diplomatik—termasuk membekali Artan dengan paspor diplomatik khusus—telah diupayakan secara maksimal agar sang wasit bisa melenggang ke turnamen, namun seluruh upaya tersebut tetap berujung jalan buntu.

Di sisi lain, juru bicara FIFA telah mengonfirmasi bahwa Omar Artan dipastikan absen dari seluruh rangkaian pelatihan dan penugasan sepanjang pergelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK