Fakta Nasional

Gagal Ujian Hukum, Kim Kardashian Salahkan ChatGPT: "Selalu Salah Jawaban!"

SELEB, FAKTANASIONAL.NET - Bintang reality show, Kim Kardashian, membuat pengakuan mengejutkan terkait perjalanannya menjadi pengacara. Dalam sebuah wawancara tes detektor kebohongan dengan Vanity Fair, Kim menyebut chatbot AI populer, ChatGPT, seba…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 07 November 2025 📖 1 menit
Gagal Ujian Hukum, Kim Kardashian Salahkan ChatGPT: "Selalu Salah Jawaban!"
Gagal Ujian Hukum, Kim Kardashian Salahkan ChatGPT: "Selalu Salah Jawaban!"/(instagram)

SELEB, FAKTANASIONAL.NET - Bintang reality show, Kim Kardashian, membuat pengakuan mengejutkan terkait perjalanannya menjadi pengacara. Dalam sebuah wawancara tes detektor kebohongan dengan Vanity Fair, Kim menyebut chatbot AI populer, ChatGPT, sebagai biang keladi kegagalannya dalam ujian hukum.

Ia mengaku kesal karena jawaban yang diberikan oleh AI tersebut seringkali salah dan membuatnya gagal.

Gunakan ChatGPT untuk Ujian

Kim menceritakan bahwa ia menggunakan ChatGPT untuk mendapatkan masukan soal hukum. "Ketika saya perlu tahu jawaban atas suatu pertanyaan, saya akan mengambil foto, memotretnya, dan memasukkannya ke dalam chatbot," kata Kim, dilansir dari The Hollywood Reporter, Rabu (5/11/2025). Namun, ia menegaskan, "ChatGPT selalu salah dan membuatku gagal dalam ujian."

Marahi Chatbot "Teman Sekaligus Musuh"

Saking kesalnya, mantan istri Kanye West itu mengaku sampai membentak chatbot tersebut. "Lalu aku akan marah dan membentaknya sambil berkata kamu membuatku gagal," tegasnya. Kim bahkan menyebut ChatGPT sebagai "teman sekaligus musuh" karena responsnya yang berani saat ditegur. Pengakuan ini muncul di tengah rencananya untuk pensiun dari dunia hiburan dan fokus menjadi pengacara profesional setelah ujian pada Juli 2025.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK